JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Berdalih Kecewa, Seorang Anak Tega Aniaya Ibu dan Adik Kandung

Pria berinisial KA (42) pelaku penganiayaan terhadap ibu dan adik kandungnya dikeler aparat Kepolisian Polsek Bukateja Purbalingga. Istimewa

PURBALINGGA, JOGLOSEMARNEWS.COM — Entah setan apa yang berada di benak pikiran seorang pria asal Desa Karanggedang, Bukateja, Purbalingga. Pria berinisial KA dan berusia 42 tahun ini nekat menganiaya ibu dan adik kandungnya.

Kapolsek Bukateja AKP Agus Triyono saat memberikan keterangan, pada Sabtu (25/7/2020), menyampaikan, pelaku telah melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Samiyah (63) dan Irsadul Ngidap (40). Korban penganiayaan merupakan ibu kandung dan adik kandung pelaku.

“Penganiayaan terjadi di depan rumah korban wilayah Desa Karanggedang, Kecamatan Bukateja, Kabupaten PurbaIingga, Jumat (24/7/2020) sekitar pukul 10.00 WIB,” ujar AKP Agus seperti dilansir situs tribatra.

Baca Juga :  BPIP Cermati Gaya Khas Ganjar saat Berikan Edukasi Ideologi Pancasila.

Dijelaskan oleh AKP Agus lebih detail, kejadian berawal saat pelaku yang mendatangi rumah ibunya kemudian langsung mengamuk. Ia melempar tampir anyaman bambu ke tubuh ibunya. Kemudian memukul tubuh ibunya dengan sapu lalu mendorongnya hingga terjatuh.

“Adik pelaku yang mengetahui kejadian itu kemudian berusaha menolong. Namun justru pelaku memukul adiknya pada bagian mulut sebanyak tiga kali,” kata kapolsek.

Akibat pemukulan tersebut, adik tersangka mengalami luka pada mulut hingga mengeluarkan darah. Selain itu, tiga gigi atas tanggal. Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Selanjutnya korban melaporkan kejadian ke Polsek Bukateja.

Baca Juga :  Evaluasi Penegakkan Protokol Kesehatan, Inilah Pesan Ganjar untuk Kepala Satpol PP se-Jateng

“Setelah menerima laporan korban, kita tindaklanjuti dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Kemudian kita amankan tersangka di rumahnya,” kata kapolsek.

Berdasarkan keterangan tersangka, ia melakukan penganiayaan akibat kesal terhadap ibunya. Karena ia mengetahui ibunya menjual hasil produksi tampir anyaman bambu ke orang lain bukan ke anaknya sendiri. Akibatnya ia kemudian kalap dan menganiaya ibu dan adiknya.

“Tersangka sudah kita amankan dan kepada kita kenakan pasal 351 ayat 1 tentang Penganiayaan dengan ancaman hukuman dua tahun delapan bulan penjara,” pungkasnya. Tbr | Satria Utama