JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ribuan Bangkai Tikus Penuhi Jalan-jalan di Desa Pengkok Sragen. Hasil Gropyokan 3 Jam Ratusan Warga dan Bupati, Tebusan Rp 1.000 Per Ekor Jadi Penyemangat

Seorang warga Desa Pengkok, Kedawung saat mengumpulkan ribuan bangkai tikus hasil gropyokan serentak, Jumat (24/7/2020). Foto/Wardoyo
Seorang warga Desa Pengkok, Kedawung saat mengumpulkan ribuan bangkai tikus hasil gropyokan serentak, Jumat (24/7/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Ratusan petani dan warga Desa Pengkok, Kecamatan Kedawung, Sragen kembali turun ke sawah menggelar gropyokan tikus, Jumat (24/7/2020) pagi.

Tak kurang dari 750 warga dan petani di tiga kebayanan, beramai-ramai membongkar pematang, mencari sarang-sarang tikus dan membantai ekor demi ekor hewan pengerat itu.

Giat gropyokan massal itu juga dihadiri Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati bersama Muspika setempat.

Kegiatan digelar sejak pukul 06.00 WIB.  Warga dari berbagai dukuh serempak bergerak memburu tikus di areal persawahan setempat.

Kades Pengkok, Sugimin Cokro mengatakan dari giat tadi pagi, total ada sekitar 5.755 ekor tikus yang berhasil ditangkap. Tak hanya indukan, anak-anak tikus pun tak luput diberantas.

Baca Juga :  Ustadznya Positif Covid-19, Ponpes El Nusa Shobo Guno di Tangkil Sragen Langsung Dilockdown Total. Pemdes dan Warga Langsung Berempati Gelar Penyemprotan Desinfektan
Bupati Sragen saat ikut gropyokan bersama petani di Pengkok, Kedawung. Foto/Wardoyo

Selanjutnya, semua bangkai tikus dikumpulkan dan didata jumlah serta hasil tangkapan masing-masing petani. Sebab hasil tangkapan itu akan diganti dengan subsidi sebesar Rp 1.000 per ekor.

“Dari jam 06.00 WIB sampai sekitar jam 09.30 WIB, total dapat 5.755 ekor tikus dari tiga titik yang dikoordinir oleh masing-masing Kadus dan PPL. Kebetulan tadi pagi juga hadir Bu Bupati yang ikut gropyokan bersama warga,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Sabtu (25/7/2020).

Ia menguraikan sama seperti pekan sebelumnya, setiap ekor tikus yang dibasmi, akan diganti dengan uang sebesar Rp Rp 1.000 dari PAD desa.

Warga berpose dengan bangkai tikus hasil gropyokan mereka. Foto/Wardoyo

Namun bersamaan dengan kehadiran bupati, kemudian uang tebusan ditambahi Rp 1.000 per ekor dari bupati.

Baca Juga :  Hilang Misterius, Penjual Pentol Goreng asal Tangen Sragen Diduga Bunuh Diri Terjun ke Sungai Bengawan Solo. Motor dan Helmnya Ditemukan di Atas Jembatan Sapen

Sugimin menguraikan program gropyokan itu digelar menindaklanjuti aspirasi warga dan petani di wilayahnya. Sebab dari lahan 350 hektare yang ada, hampir sebagian memang dalam ancaman dan sudah diserang tikus.

Kegiatan gropyokan dinilai sebagai langkah pembasmian paling efektif karena bisa mematikan populasi yang ada.

“Kalau diompros atau diumpan, kadang yang kena hanya yang besar saja. Kalau gropyokan gini, semua bisa kena. Ini sudah ketiga kalinya. Minggu kemarin ada 3.500 ekor tikus yang berhasil dibasmi,” tukasnya.

Warga mengumpulkan bangkai tikus untuk ditukar tebusan. Foto/Wardoyo

Ribuan bangkai tikus itu nantinya akan dikubur. Ia berharap dengan kekompakan gropyokan itu, bisa meredam dan memutus serangan tikus di areal wilayahnya. Wardoyo