JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

BI: Ekonomi Nasional Mulai Membaik Juni 2020, Seiring Relaksasi PSBB

Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM

Wartawan tengah melihat secara daring pemaparan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di Jakarta, Rabu, 29 April 2020. Bank Indonesia (BI) mengumumkan bid yang masuk untuk Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp 44,4 triliun / tempo.co

Meski belum kembali seperti level sebelum pandemi Covid-19, namun perekonomian nasional dinilai sudah mulai membaik pada bulan Juni 2020 ini.

Hal itu dikatakan oleh Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo. Dia mengatakan, perbaikan ekonomi tersebut seiring dengan adanya relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Beberapa indikator dini permintaan domestik menunjukkan perkembangan positif ini seperti tercermin pada penjualan ritel, Purchasing Manager Index, ekspektasi konsumen, dan berbagai indikator domestik lain, yang mulai meningkat,” ujar Perry dalam konferensi video, Kamis (16/7/2020).

Kinerja ekspor Juni 2020 pada beberapa komoditas seperti besi dan baja, tutur Perry, juga terpantau membaik seiring peningkatan permintaan dari Cina untuk proyek infrastruktur.

Kendati dengan kondisi yang membaik pada Juni 2020, Perry memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada triwulan II 2020 tetap mengalami kontraksi.

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Kontraksi terdalam, kata Perry, terjadi pada Mei 2020. Kontraksi ekonomi domestik pada April-Mei 2020 sejalan dengan dampak kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19 yang mengurangi aktivitas ekonomi.

Ke depan, Perry berharap akselerasi pemulihan ekonomi domestik dapat membaik. Hal tersebut seiring dengan upaya percepatan penyerapan stimulus fiskal, keberhasilan restrukturisasi kredit dan korporasi, pemanfaatan digitalisasi dalam kegiatan ekonomi, termasuk kegiatan UMKM, serta efektivitas implementasi protokol kesehatan COVID-19 di era kenormalan baru.

“Bank Indonesia melalui bauran kebijakannya akan terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah dan otoritas terkait agar berbagai kebijakan yang ditempuh semakin efektif mendorong pemulihan ekonomi,” kata Perry.

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

Berdasarkan asesmen ekonomi global, nasional, dan perkembangan di moneter dan keuangan, Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada 15-16 juli 2020 memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan, BI 7-Day Reverse Repo Rate, sebesar 25 basis poin menjadi 4 persen.

Bank sentral juga menurunkan suku bunga deposit facility sebesar 25 basis poin menjadi 3,25 persen, serta suku bunga lending facility juga turun 25 basis poin menjadi 4,75 persen.

Perry mengatakan keputusan tersebut konsisten sesuai dengan inflasi yang tetap rendah serta stabilitas eksternal yang terjaga. Kebijakan itu pun diambil sebagai langkah lanjutan mempercepat pemulihan ekonomi di masa pandemi Covid-19.

www.tempo.co