JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Pantura

BI Perwakilan Tegal Dorong Usaha Holding Pesantren di Batang

Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Tegal, Taufik Amrozi, saat menyerahan bantuan secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSB) penanggulangan covid-19 diterima langsung oleh Bupati Batang Wihaji di Aula, Kabupaten Batang, belum lama ini. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

BATANG, JOGLOSEMARNEWS.COM — Penguatan sektor ekonomi di pondok pesantren semakin diperkuat. Kini, Bank Indonesia (BI) tengah fokus mendorong adanya holding di seluruh pesantren di Indonesia.

Bersama dengan kementerian dan lembaga lainnya BI tengah melakukan pilot project untuk mengembangkan program penguatan sektor ekonomi. Hal ini bertujuan untuk memperkuat pesantren sebagai salah satu komponen keuangan dan ekonomi syariah.
Seperti halnya di Kabupaten Batang.

Bank Indonesia Perwakilan Tegal merealsasikan pembentukan holding pondok pesantren (Ponpes) untuk meningkatkan kemandirian. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Bank Indonesia Perwakilan Tegal, Taufik Amrozi, saat menyerahan bantuan secara simbolis Program Sosial Bank Indonesia (PSB) penanggulangan Covid-19 di Aula, Kabupaten Batang, belum lama ini.

Baca Juga :  Pungut dan Rawat Kucing Liar yang Sakit, Aksi Pria Asal Tegal Ini Viral

Menurut Taufik, sejumlah pesantren akan disatukan dengan membentuk holding untuk mendukung kemandirian.

“Semisal, pesantren A mempunyai usaha konveksi, pesantren B budidaya ikan, dan pesantren lain dengan usaha berbeda. Ketiganya saling bersinergi, untuk memenuhi kebutuhan masing-masing,” jelas Taufik.

Dia juga mengungkapkan, pihaknya baru saja memberi bantuan 10 mesin jahit kepada ponpes Roudlatul Muhtadi yang fokus pada usaha pembuatan peci. Selain itu, memberi bantuan sosial sebanyak 1.018 paket sembako kepada gugus tugas penanganan covid-19.

Sementara, Bupati Batang Wihaji mengapresiasi upaya BI Tegal yang membantu pemulihan ekonomi jangka pendek dan jangka panjang.

“Pemulihan ekonomi menjadi tugas bersama di tengah pandemi covid-19, selain pencegahan dan penanganan virusnya,” kata bupati.

Baca Juga :  Pembangunan Akses Jalan Exit Tol Menuju KIT Batang Dikebut

Dijelaskannya lebih lanjut, covid-19 merupakan penyakit “gila”, tidak terlihat tetapi ada. Maka penanganannya juga harus gila atau menggunakan logika tidak normal. Begitu juga dengan pemulihan ekonominya, karena kondisinya tidak lagi normal.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Roudlatul Muhtadin, Khabib Ghozi menyatakan, pihaknya sangat terbantu dengan mesin jahit itu.

“Dengan bantuan mesin jahit tersebut, dapat meningkatkan produktivitas usaha pondok pesantren. Terkait rencana holding pesantren, semoga dapat terwujud dan terfasilitasi. Sehingga ada kemudahan dan kerja sama antarpesantren yang mempunyai produk khas masing-masing,” harapnya. Satria Utama