JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Boret di Bemper Jadi Petunjuk Tim PJR Polda Sergap Mobil Komplotan Bandit di Tol Sragen-Solo. Pelaku Sempat Gunakan Akal Bulus Sulap Pelat Mobil L Jadi AA

Tiga tersangka tindak kejahatan berikut beberapa gepokan uang ratusan juta yang diduga hasil kejahatan mereka saat diamankan di Polres Sragen, Jumat (17/7/2020) malam. Foto/Wardoyo
Tiga tersangka tindak kejahatan berikut beberapa gepokan uang ratusan juta yang diduga hasil kejahatan mereka saat diamankan di Polres Sragen, Jumat (17/7/2020) malam. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Aksi penyergapan sebuah mobil asal Jatim yang berisi komplotan bandit penipuan di Jalur Tol Sragen – Solo KM 520, Jumat (17/7/2020) petang, akhirnya terungkap.

Mobil yang disergap itu ternyata merupakan mobil milik komplotan pelaku penipuan bermodus penggandaan uang asal Wonosobo yang kabur seusai beraksi di Jatim.

Komplotan bandit yang mengendarai mobil warna putih itu sempat berusaha kabur dari kejaran. Tak pelak, aksi dramatis kejar-kejaran mewarnai penangkapan sebelum mereka dilumpuhkan di KM 520, Jumat (17/7/2020) petang.

Ketiga pelaku berhasil disergap satuan PJR Unit 7 Ditlantas Polda Jateng di Tol Solo – Sragen KM 520 saat berusaha kabur dari Jatim.

Kanit Satuan PJR Unit 7 Ditlantas Polda Jateng, AKP Abdul Mufid, ditemui di Mapolres Sragen, Jumat (17/7/2020) malam, mengungkapkan ketiga pelaku yang ditangkap yakni AS (40), WS (44), dan SI (44).

AKP Mufid menguraikan ketiga pelaku terdeteksi merupakan warga Kabupaten Wonosobo. Ketiganya diamankan petugas sekitar pukul 18.00 WIB.

Menurutnya, penangkapan pelaku berawal dari laporan pelaku pencurian yang diketahui memasuki jalur tol di wilayah Jombang, Jawa Timur.

“Pertama dilaporkan dari pihak patroli jalan tol Solo-Kertosono, adanya pelaku pencurian TKP di masjid di wilayah Jombang. Ciri-cirinya, pelaku mengendarai mobil jenis mobilio plat L warna putih. Di bagian belakang terdapat ciri berupa luka di bagian bemper belakang,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Jumat (17/7/2020) malam.

Baca Juga :  35 Perajin Batik Masaran Sragen Digelontor Bantuan dan Bimtek dari Kementerian Perindustrian. Direktur IKM Berharap Industri Batik Sragen Makin Berkembang, Pemasaran Online Mulai Bangkitkan Gairah Perajin

AKP Mufid menguraikan dari rekaman CCTV pihak tol, terpantau mobil tersebut sempat keluar jalur tol. Mobil tersebut baru kembali terpantau masuk tol di gerbang tol Kediri.

“Terpantau mobil yang sama. Tapi nomor polisinya berganti plat AA. Rupanya pelaku keluar tol untuk mengganti plat nomor agar bisa mengelabui petugas,” paparnya.

Setelah masuk wilayah Ngawi, mobil tersebut terpantau oleh mobil patrol PJT 215, yang langsung menginformasikan hal ini kepada pihak patroli PJR.

“Menghubungi kita, menyampaikan kalau ada mobil berciri sama namun nomor polisinya berubah. Dari pihak patroli jalan tol kemudian mengikuti terus mobil tersebut dan kemudian menghentikannya,” jelas Mufid.

AKP Mufid menguraikan dari rekaman CCTV pihak tol, terpantau mobil tersebut sempat keluar jalur tol. Mobil tersebut baru kembali terpantau masuk tol di gerbang tol Kediri.

“Terpantau mobil yang sama. Tapi nomor polisinya berganti plat AA. Rupanya pelaku keluar tol untuk mengganti plat nomor agar bisa mengelabui petugas,” paparnya.

Setelah masuk wilayah Ngawi, mobil tersebut terpantau oleh mobil patrol PJT 215, yang langsung menginformasikan hal ini kepada pihak patroli PJR.

Baca Juga :  Diduga Langgar Kode Etik, 5 Anggota Bawaslu Sragen Bakal Disidang DKPP Besok Pagi. Disebut Terkait Rekrutmen Panwascam!

“Menghubungi kita, menyampaikan kalau ada mobil berciri sama namun nomor polisinya berubah. Dari pihak patroli jalan tol kemudian mengikuti terus mobil tersebut dan kemudian menghentikannya,” jelas Mufid.

Satuan PJR Unit 7 yang terus berkontak dengan pihak tol, bersiaga di wilayah Sragen. Polisi akhirnya memutuskan untuk memberhentikan para pelaku di km 520.

“Kita kejar kita hentikan. Dilakukan pemeriksaan, ternyata petugas kita melihat ada penumpang yang melempat tas ke jok bagian belakang. Setelah dicek ada uang segepok sekitar Rp 20 jutaan,” paparnya.

Polisi kemudian memeriksa seluruh bagian mobil. Di dalam mobil, petugas menemukan uang ratusan juta dalam pecahan Rp 50.000an dan Rp 100.000. Para pelaku kemudian langsung diamankan.

“Pengakuan mereka uangnya untuk penggandaan. Dengan janji uang Rp 25 juta bisa digandakan menjadi Rp 1 miliar. Total uang yang kita amankan ada Rp 413.987.000. Pengakuan tersangka, uang mereka Rp 40 juta, sisanya uang korban,” terang Mufid.

Kasat Lantas Polres Sragen, AKP Sugiyanto membenarkan penangkapan itu. Pihaknya melalui tim patroli hanya bersifat membantu tim PJR yang melakukan penangkapan.

“Pelakunya ada tiga dengan BB mobil dan uang banyak. Sementara dibawa ke Polres Sragen sebelum nanti diserahkan ke Reskrim Jatim,” pungkasnya. Wardoyo