JOGLOSEMARNEWS.COM Umum

Bulan Dzulhijah Tiba, Ini Keutamaan 3 Puasa Sunah Sebelum Hari Raya Idul Adha

Ilustrasi berdoa. Foto: pixabay

JOGLOSEMARNEWS.COM Hari pertama bulan Dzulhijah akan jatuh pada Rabu, 22 Juli 2020. Di sembilan hari awal bulan ini, ada tiga puasa sunah yang diutamakan bagi umat Muslim.

Ketiga puasa sunah tersebut yakni Puasa Dzulhijah di tujuh hari pertama bulan Dzulhijah, Puasa Tarwiyah pada 8 Dzulhijah, dan Puasa Arafah pada 9 Dzulhijah.

Puasa sunah di awal bulan Dzulhijah tersebut memiliki keutamaannya masing-masing, yang mana jika dijalankan umat Muslim akan mendapatkan ganjaran yang melimpah.

Seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda “Tidak ada hari-hari yang amal salehnya paling disukai oleh Allah SWT daripada hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijah”.

Berikut ini keutamaan dari puasa-puasa sunah di bulan Dzulhijah:

1. Puasa Dzulhijah

Puasa Dzulhijah dilakukan pada tujuh hari pertama bulan Dzulhijah, di mana setiap harinya memiliki keutamaan tersendiri.

Hari pertama Dzulhijah adalah hari di mana Allah SWT mengampuni Nabi Adam AS yang telah bersalah memakan buah khuldi. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, maka Allah SWT akan mengampuni segala dosanya.

Hari kedua Dzulhijah ialah hari di mana Allah mengabulkan doa Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari mulut ikan. Siapa yang berpuasa pada hari itu seakan-akan dia telah beribadah selama setahun penuh tanpa disertai kemaksiatan sekejap mata sekalipun.

Hari ketiga Dzulhijah adalah hari dikabulkannya doa Nabi Zakaria AS dengan lahirnya anak bernama Yahya. Barang siapa yang berpuasa pada hari itu, Allah akan mengabulkan doanya.

Baca Juga :  Bantuan Kuota Internet Dibagi Dua Paket, Ini Penjelasan Menteri Nadiem

Hari keempat Dzulhijah merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS dan barang siapa yang berpuasa pada hari itu, akan diselamatkan dari kesengsaraan dan kemiskinan.

Hari kelima Dzulhijah adalah hari kelahiran Nabi Musa AS. Keutamaan bagi yang berpuasa pada hari itu adalah akan terbebas dari kemunafikan dan siksa kubur.

Hari keenam Dzulhijah adalah hari di mana Allah membuka pintu kebajikan bagi para Nabi-Nya. Dan barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allah akan memandangnya dengan pandangan rahmat dan tidak akan disisihkan.

Kemudian hari ketujuh Dzulhijah ialah hari ditutupnya pintu neraka jahanam dan tidak akan dibuka kembali sebelum hari yang kesepuluh.

Keutamaan bagi yang berpuasa di hari itu adalah Allah akan menutup 30 pintu kesusahan dan kesukaran baginya, serta membuka 30 pintu kesenangan dan kemudahan.

Dalam menjalankan Puasa Dzulhijah, salah satu syarat sahnya adalah mengucap niat. Niat puasa sunah Dzulhijah yakni,

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa sunah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”

2. Puasa Tarwiyah

Yakni puasa sunah yang dilaksanakan pada hari kedelapan bulan Dzulhijah. Menurut sabda Rasulullah SAW, bagi siapa yang menjalankan puasa ini, besarnya pahala yang diterima hanya diketahui oleh Allah SWT.

Adapun keutamaan puasa sunah Tarwiyah berdasarkan beberapa hadis Nabi Muhammad SAW, yakni pertama akan dihapus dosa satu tahun yang lalu.

Baca Juga :  Jadi Maling Spesialis Ponsel Kuli Bangunan, 2 Pria Ini Dibekuk Polisi

Bacaan niat Puasa Tarwiyah adalah,

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

3. Puasa Arafah

Puasa Arafah adalah puasa sunah ketiga yang dianjurkan kepada umat Muslim sebelum perayaan Idul Adha. Puasa ini dilaksanakan pada hari kesembilan Dzulhijah dan disunahkan bagi mereka yang tidak sedang menjalankan ibadah haji.

“Puasa hari Arafah itu menghapus dosa-dosa dua tahun; setahun yang silam dan setahun yang akan datang, dan puasa hari Asyura itu menghapus dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim).

Keutamaan puasa Arafah adalah dihapuskan segala dosa selama satu tahun yang lalu, dan setahun yang akan datang dijaga Allah untuk tidak berbuat dosa atau maksiat.

Hal itu sebagaimana tertuang dalam hadis yang diriwayatkan Abu Qatadah al-Anshari RA.

“Dan Rasulullah SAW ditanya tentang berpuasa di hari Arafah. Maka, baginda bersabda, ‘Ia menebus dosa setahun yang telah lalu dan setahun yang akan datang.” (HR Imam Muslim).

Selain itu, umat Muslim yang berpuasa Arafah akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda pada hari tersebut.

Bacaan niat Puasa Arafah adalah sebagai berikut,

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِّلِه تَعَالَى

Nawaitu shouma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”