JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Bupati Karanganyar Ungkap Pejabat Disdik Positif Covid-19 Tertular dari Anaknya Yang Jadi Tenaga Medis. Tapi Sebut Tidak Perlu Swab Massal di Disdik!

Bupati Juliyatmono. Foto/Beni Indra
Bupati Juliyatmono. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar Juliyatmono menganggap kasus adanya ASN di lingkungan Dinas Pendidikan yang terpapar Covid-19 hingga dilakukan pengosongan alias lockdown lantai dua Kantor Diknas setempat adalah hal sepele.

Bupati menilai tidak ada masalah karena ASN yang bersangkutan sudah diisolasi begitu juga ruang kerjanya di lantai dua Kantor Diknas juga diisolasi dikosongkan steril.

“Tidak ada apa-apa. Itu kan (isolasi) kegiatan normal-normal saja,” ujarJuliyatmono usai Rapat terbatas di Rumah Dinas Bupati Karanganyar, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga :  Berikut Daftar 24 Warga Sragen Yang Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Paling Banyak dari Gemolong, Ngrampal, Tanon dan Kalijambe!

Menurut Juliyatmono, isolasi ruangan itu dilakukan untuk meningkatkan kewaspadaan. Dan ASN yang terpapar sudah di isolasi.

Dengan begitu sifatnya adalah hanya perlu kewaspadaan saja.

“Intinya hanya perlu kewaspadaan saja. Karena harus disterilkan semua pelayanan berjalan meskipun dengan sistem bekerja dari rumah,” tambahnya.

Bupati menjelaskan ASN berinisial EW (49) itu berasal dari lingkungan yang kebetulan keluarganya tenaga kesehatan. Ia memastikan bukan tertular dari lingkungan kantor karena kebetulan anaknya banyak yang jadi dokter.

Baca Juga :  Motor Tertangkap Razia, Sejumlah Pemuda dan Remaja di Karanganyar Hancurkan Knalpot Brongnya di Hadapan Polisi Pakai Palu!

Untuk pihaknya tidak akan melakukan swab massal di lingkungan Dinas Pendidikan meskipun boleh dikata risiko teman lainya sesama pegawai rentan tertular.

“Swab (massal) tidak. Yang bersangkutan dirumah, kantornya tidak ada masalah” pungkasnya. Beni Indra