JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Para Guru di Kabupaten Semarang Diminta Datangi Rumah Siswa, Hingga Senin Sore Total Kasus Corona 175 Orang

Ilustrasi melawan virus corona. Pixabay/Ahmad Triyawan

UNGARAN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten Semarang terus berupaya keras mencegah penyebaran virus corona atau covid-19 di wilayahnya. Melalui laman https://corona.semarangkab.go.id/, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Semarang merilis data perkembangan covid-19 per Senin (20/7/2020) pukul 18.00 WIB, secara kumulatif ada 175 orang yang terkonfirmasi positif covid-19, dengan rincian sebanyak 9 dirawat,48 orang diisolasi, sembuh sebanyak 97 orang, dan meninggal sebanyak 21 orang.

Berdasarkan data tersebut, lonjakan kasus covid-19 terdahsyat terjadi di wilayah Kecamatan Bandungan yakni sebanyak 37 kasus secara kumulatif. Kini, Bandungan masih termasuk zona risiko tinggi penularan covid-19.

Mencermati penambahan kasus virus corona di Kabupaten Semarang berbagai upaya dalam pencegahan penyebaran virus corona terus dilakukan. Untuk sektor pendidikan, Pemerintah Kabupaten Semarang telah menggulirkan kebijakan tegas dengan tetap memprioritaskan peningkatan mutu pendidikan.

Para guru SD dan SMP Negeri di Kabupaten Semarang diimbau tetap aktif melaksanakan pembelajaran tatap muka kepada para siswa meski di masa pandemi Covid-19 ini. Namun para guru diminta berkreasi untuk mencegah potensi penyebaran virus Corona. Salah satu caranya dengan mendatangi tempat tinggal para siswa.

Baca Juga :  Jika Dinilai Berbahaya, Gubernur Ganjar Minta KPU dan Bawaslu Pertimbangkan Usulan Penundaan Pilkada Serentak 2020

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disdikbudpora) Sukaton Purtomo usai mendampingi Bupati Semarang menyerahkan SK kepada 154 Kepala Sekolah di Aula Kantor Disdikbudpora Kabupaten, Ungaran, Senin (20/7/2020).

Sukaton mengemukakan, meski belum terdata secara resmi, dirinya telah menerima laporan adanya kreativitas guru mendatangi para siswa itu di beberapa kecamatan. Di antaranya di SD Mlilir Bandungan dan beberapa guru SMP di Kecamatan Bringin. Para guru itu mendatangi para siswa dalam satu desa yang dikumpulkan di satu tempat.

“Sudah ada laporan namun belum kita inventarisir. Kita akan dorong guru untuk melakukan kreasi seperti itu guna memenuhi hak dasar anak menerima pendidikan,” terangnya.

Pada awal tahun ajaran 2020/2021 ini, lanjutnya, Disdikbudpora melaksanakan pembelajaran dengan pola dalam jaringan dan luar jaringan. Khusus untuk kelas tujuh SMP dan kelas satu SD dilakukan kegiatan tatap muka satu kali seminggu selama tiga jam. Proses pembelajaran tetap mengutamakan keselamatan para peserta didik dan guru dengan menjalankan protokol kesehatan.

Baca Juga :  Dapat Posisi Kanan, Cabup Petahana Grobogan, Sri Sumarni Langsung Ucapkan Alhamdulillah. Targetkan Raup 95 Persen  Suara

Terkait penyerahan SK tersebut, Sukaton menjelaskan, 154 orang kepala sekolah negeri itu terdiri dari kepala taman kanak-kanak (TK), SD negeri dan SMP Negeri. Pengangkatan dalam jabatan kepala sekolah ini telah mendapatkan persetujuan dari Menteri Dalam Negeri untuk mengisi kekosongan jabatan selama ini.

“Tahun ini akan ada 15 jabatan kepala sekolah yang kosong karena pejabatnya pensiun. Rencananya akan diadakan seleksi untuk mengisi kekosongan pada tahun ini juga,” pungkasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang H. Mundjirin menegaskan, para kepala sekolah mempunyai tugas tambahan. Selain melaksanakan tugas dan fungsi rutin, mereka juga diperintahkan untuk mencegah terjadinya klaster baru penularan Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Sebagai seorang aparatur sipil negara, para kepala sekolah harus memiliki manfaat bagi lingkungannya. Termasuk menyelenggarakan pendidikan yang tidak menyebabkan timbulnya potensi penularan virus Corona di lingkungan sekolah,” tegasnya. P Yoga | Satria Utama