JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Dapat Restu Jokowi, Pemkab Karanganyar Langsung Kebut Perubahan Anggaran. Anggaran Refokusing Covid-19 Rp 247 Miliar Diperkirakan Hanya Sisa Rp 5-10 Miliar

Kurniadi Maulato. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kurniadi Maulato. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Setelah mendapat restu dari Presiden Jokowi melalui telekonfrence saat kunjungan di Jawa Tengah minggu lalu, Pemkab Karanganyar terus mengebut pembahasan perubahan anggaran APBD tahun Anggaran 2020-2021.

Salah satu prioritas perubahan anggaran itu adalah menata ulang anggaran Refokusing penanganan Covid senilai Rp 247 miliar yang berasal dari pos anggaran Belanja Tidak Tetap (BTT) sebesar Rp 230 miliar.

Serta tambahan Rp 17 miliar dari sejumlah pos anggaran internal Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Karanganyar, Kurniadi Maulato mengatakan minggu ini jajaran eksekutif terutama OPD yang terlibat langsung pada  refokusing anggaran Covid 19.

“Perubahan anggaran ini akan dilakukan secara menyeluruh semua sektor OPD, namun prioritas utama menata ulang anggaran refokusing,” paparnya.

Dijelaskan Kurniadi penataan ulang anggaran refokusing itu akan dihitung acuan outputnya alias daya serapannya terhadap anggaran yang dialokasikan.

Baca Juga :  Bupati Karanganyar Sebut Universitas Terbuka Makin Keren, Kontekstual dan Strategis. "Ke Depan Semua Perguruan Tinggi Akan Meniru UT"!

Pasalnya hingga sekarang terpantau tingkat serapan anggaran refokusing dari pos BTT masih rendah di kisaran Rp 25 miliar dari alokasi yang disiapkan Rp 247 miliar.

Apalagi refokusing yang alokasinya dari anggaran internal OPD sebesar Rp 17 miliar untuk sektor kesehatan Covid terserap relatif rendah di kisaran Rp 1.3 miliar saja.

“Lha dari hitung-hitungan yang sudah terserap dan masih tersisa nanti kita kurangi lalu dialihkan ke sektor yang lain,” ujarnya.

Meski demikian, Kurniadi menyebut idak semua sisa alokasi anggaran dipindahkan ke pos anggaran lainnya. Dengan kata lain pos anggaran untuk penanganan Covid tetap ada.

Sebab, menurutnya walau bagaimanapun Covid 19 belum berlalu sepenuhnya meski sudah masuki masa new normal. Sehingga masih perlu back-up anggaran untuk penanganan Covid 19.

Dengan begitu, perubahan anggaran tersebut nantinya dana refokusing sudah jauh berkurang banyak dari Rp 247 miliar karena sudah dipindahkan ke pos anggaran lainnya sesuai skala prioritas.

Baca Juga :  Kajari Karanganyar Sebut Sapi Kurbannya Dibeli dari Wonogiri. Penyembelihan Dipantau dan Diperiksa Tim Disnakkan

“Kita belum tahu nantinya jumlah anggaran untuk Covid , tapi sebatas perkiraan kami jumlah anggaran Covid hanya dikisaran Rp 5 milliar hinga Rp 10 miliar saja karena serapannya sangat rendah. Sedangkan kondisi sekarang relatif membaik,” imbuhnya.

Menurut Kurniadi, pemangkasan pos anggaran refokusing itu juga didasarkan pada data riil penyerapan anggaran agar angka final yang disiapkan untuk penanganan tidak berkurang alias minus.

“Pak Bupati sudah berikan kisi-kisi skala prioritas anggaran yang perlu ditambah dan dikurangi,” tukasnya.

Sementara itu, Bupati Karanganyar Juliyatmono saat dimintai konfirmasi perihal perubahan anggaran mengakui sedang dilakukan proses. Bupati berharap akhir juli ini proses perubahan anggaran rampung.

“Harapannya akhir Juli bisa selesai,” ujarnya ditemui disela acara di Rumah Dinas Selasa (7/07/2020). Beni Indra