JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Gibran Diprediksi Akan Terpilih Jadi Wali Kota Solo

Gibran Rakabuming Raka, mendaftar sebagai calon Walikota Solo melalui PDIP Solo, Senin (23/9/2019). Triawati

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Peluang Gibran Rakabuming Raka (Gibran) dan Bobby Nasution (Bobby) sangat besar untuk memenangkan pertarungan kontestasi Pilkada 2020. Hal itu diungkapkan pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Public Institute (IPI) Karyono Wibowo.

Karyono mengatakanmajunya Gibran putra sulung Presiden Jokowi dan Bobby sebagai menantu presiden dalam kontestasi pilkada memang menjadi perbincangan publik.

Terlepas dari polemik itu, kedua sosok tersebut memang berpeluang memenangi pertarungan di pilkada.

“Sejumlah hasil survei yang dirilis menjadi indikator kedua figur keluarga istana tersebut bakal terpilih menjadi kepala daerah,” kata Karyono kepada Tribunnews.com, Jumat (17/7/2020).

Baca Juga :  Polisi Bekuk 4 Pelaku Penipuan Berkedok Lelang di Instagram, Kaesang Pangarep Nyaris Jadi Korban

Karyono menambahkan, hal itu bisa dilihat dari tingkat elektabilitas keduanya menempati posisi teratas.

Itu artinya, kata Karyono, peluang Gibran dan Bobby untuk menjadi walikota Solo dan walikota Medan sangat besar.

“Tidak dipungkiri, salah satu faktor yang membuat keduanya populer karena mereka adalah keluarga istana,” ucap Karyono.

Namun demikian, Karyono menyebut, Gibran dan Bobby sudah memiliki modal sosial, salah satunya adalah sebagai pengusaha.

Kepemimpinannya terbentuk dari dunia bisnis.

Pengalaman memimpin perusahaan dan bergelut dalam organisasi bisnis bisa menjadi modal memimpin pemerintahan.

Baca Juga :  Diawali Suara Tembakan, Polisi Bubarkan Seribuan Anggota PSHT yang Berkumpul di Plaza Manahan, 5 Orang Diamankan

“Tak jarang pemimpin pemerintahan di negeri ini berasal dari kalangan pengusaha,” jelasnya.

Selain itu, potensi dukungan terhadap keduanya bisa dilihat dari tingkat akseptabilitas publik yang cukup tinggi terhadap sosok Gibran dan Bobby.

Maka wajar jika PDIP dan partai lain banyak yang mengusungnya menjadi kandidat walikota.

Pasalnya, partai tentu menghendaki kemenangan dalam pertarungan pilkada.

“Dalam sistem pemilihan langsung, kedaulatan pemilu ada di tangan rakyat. Rakyat memiliki pertimbangan dan menentukan pilihannya sendiri. Mereka memiliki persepsi dan menilai kelayakan masing-masing kandidat dari aspek kemampuan, rekam jejak dan personalitas,” tandas Karyono.

www.tribunnews.com