JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Gubernur Ganjar Kumpulkan Dewan Pengawas KEK, Operasional Kawasan Industri Kendal Dipercepat

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggelar rapat koordinasi bersama Dewan Kawasan dan Sekretariat KEK Provinsi Jawa Tengah, Selasa (14/7/2020). Humas Pemprov
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta operasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dipercepat. Hal itu salah satu upaya mendongkrak pembangunan Jawa Tengah serta memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

Kawasan yang berada di Kecamatan Brangsong dan Kaliwungu tersebut, digadang sebagai lumbung investasi dan penyerapan tenaga.

Dalam mewujudkan komitmen tersebut, Ganjar Pranowo melakukan langkah-langkah taktis.

“Untuk mempercepat komitmen tersebut, tadi untuk sarana air menunggu tender, kita bridging (jembatani) dengan sumur dalam, itupun terbatas. Selain itu butuh surat ketetapan tentang administratur, hari ini saya teken. Mudah-mudahan itu bentuk konkret dari komitmen yang diharapkan,” ujar Ganjar usai mengikuti rapat terkait Dewan Kawasan dan Sekretariat KEK Provinsi Jawa Tengah, Selasa (14/7/2020).

Seperti diketahui, Kendal menjadi kawasan ekonomi khusus karena memiliki tempat yang strategis. Terletak di jalur pantai utara, kawasan ini dekat dengan pelabuhan Tanjung Emas, bandara, jalur rel ganda dan dilewati jalur tol Jawa. Kawasan itu direncanakan menempati lahan seluas 1.000 hektare.

Baca Juga :  Promosi Sektor Pariwista Kota Terus Dipacu, Pemkot Semarang Jalin Kerjasama dengan Pengelola Bandara Internasional Ahmad Yani

Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Jateng Peni Rahayu mengatakan, target investasi KEK Kendal adalah lima miliar dolar AS dalam kurun waktu lima tahun. Adapun, target nilai ekspor setiap tahunnya mencapai 500 juta dolar AS, dan target nilai impor subsidi mencapai 250 juta dolar AS per tahun.

Sedangkan, target penyerapan tenaga kerja di kawasan tersebut adalah 20 ribu orang pekerja, hingga 2025. Ia menyebut, sesuai rencana, tahap kemajuan pembangunan infrastruktur sudah mencapai 100 persen, mulai dari pembangunan kawasan dan pelaku usaha.

Baca Juga :  Ganjar Instruksikan Pengendalian dan Pengawasam Ketat Terhadap Pemudik Idul Adha, Para Kades Diminta Optimalkan Fungsi Jogo Tonggo

“Nilai investasi di tahun 2020 sudah mencapai 1,9 miliar dolar AS atau senilai Rp 18,3 triliun,” paparnya.

Ketua Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Wahyu Utomo menyebut, perlu sinergi pemerintah pusat dan daerah agar proyek strategis nasional ini sukses. Menurutnya, dengan dibangunnya KEK Jawa Tengah di Kendal, dapat mengatrol daya saing daerah. Ke depan, pihaknya akan bersama-sama Pemprov Jateng untuk mengumpulkan informasi terkait pengembangan kawasan ini.

“Kunci keberhasilan KEK bukan hanya pusat. Pemda, juga badan usaha atau pengelola KEK, yang perlu bersinergi. Dewan nasional KEK berharap, supaya (sinergi) ini bisa berjalan bersamaan, bisa memberikan result positif di daerah,” imbuh dia. Satria Utama