JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Hartopo Harapkan Peningkatan Kualitas ASN melalui Diklatpim

Plt Bupati Kudus HM. Hartopo saat membuka pelatihan kepemimpinan administrator angkatan III tahun angkatan 2020 di lantai 4 gedung Setda Kudus pada Rabu (29/07/2020) kemarin. Istimewa

KUDUS, JOGLOSEMARNEWS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kudus H.M. Hartopo menekankan pentingnya peningkatan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) di wilayahnya. Hal itu disampaikan Hartopo saat membuka pelatihan kepemimpinan administrator angkatan III tahun angkatan 2020 di lantai 4 gedung Setda Kudus pada Rabu (29/07/2020) kemarin.

Pelatihan ini digelar melalui kerjasama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah dengan Pemerintah Kabupaten Kudus Jateng dengan pemkab Kudus.

Diklatpim tersebut dibuka langsung oleh Plt Bupati Kudus HM Hartopo dengan didampingi Asisten III Setda Kudus, kepala BKPP serta kepala BPSDMD Provinsi Jateng. Keseluruhan peserta diklatpim sejumlah 30 orang dari berbagai OPD dilingkungan Pemkab Kudus.

“Dengan mengucap bismillah, pada hari ini rabu 29 juli 2020 pelatihan kepemimpinan administrator angkatan III melalui kerjasama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jawa Tengah Pemkab Kudus saya nyatakan resmi dibuka,” kata dia.

“Dengan digelarnya Diklatpim ini akan memberikan kualitas yang lebih baik lagi pada ASN agar dapat memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat,” imbuh Hartopo.

Hartopo juga berharap semoga dengan diklatpim yang terselenggara ini, nantinya akan memberikan perubahan kualitas dari ASN dalam hal pelayanan publik.

Baca Juga :  Inilah Inovasi dan Spirit Perajin Batik di Juwana Hadapi Pandemi Covid-19

“ASN harus mempunyai karakter didalam kepemimpinan, oleh karena itu kerjasama sangat penting dilakukan demi tercapainya pelayanan yang maksimal,” imbuh Hartopo.

Hartopo juga mengingatkan tentang pentingnya protokol kesehatan yang harus selalu diterapkan dimanapun berada. Terlebih lagi ASN juga selalu diminta untuk gencar mensosialisasikan kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan dalam tatanan kehidupan baru.

“Mengingat Kudus dalam zona merah bahkan cenderung menuju zona hitam, Saya berharap agar sosialisasi kepada masyarakat selalu gencar dilakukan mengingat minimnya kesadaran masyarakat mengenai protokol kesehatan. Apalagi, Kudus juga sebagai tempat rujukan pasien dari luar wilayah. Oleh karena itu, mari kita sama-sama selalu mentaati protokol kesehatan, jangan sampai timbul cluster baru nantinya saat diklat,” tuturnya.

Hartopo juga menekankan agar kedepanya penerimaan peserta Diklat harus benar-benar melalui seleksi yang ketat sehingga didapatkan peserta yang sesuai dengan kriteria yang ditentukan.

“Saya tekankan agar penerimaan peserta Diklat harus benar-benar melalui seleksi yang ketat sehingga didapatkan peserta Diklat sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. Mempunyai loyalitas tinggi kepada pimpinan dan pekerjaan, bertanggung jawab, serta memiliki inovasi dan kreasi,” pungkasnya.

Baca Juga :  Terpilih secara Aklamasi, Amir Machmud Kembali Nahkodai PWI Jateng Periode 2020-2025

Sementara itu, kepala BKPP Catur Widianto melaporkan kepada Plt Bupati Kudus tentang penyelenggaraan pelatihan kepemimpinan administrator angkatan III melalui kerjasama Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi Jateng dengan Pemkab Kudus di Kudus 2020.

“Mengingat masih dalam kondisi pandemi covid-19 yang melanda kab. Kudus khususnya, maka mulai hari ini Rabu tanggal 29 juli sampai dengan tanggal 03 desember 2020 dilaksanakan Diklatpim dengan sistim distancing e-learning atau sistem pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam proses belajar mengajar,” terangnya.

Sementara itu, Kepala BPSDMD M. Arif Iswanto mengatakan dengan melalui Diklatpim, nantinya ASN diharapkan dapat menjadi menemukan suatu gagasan baru dalam pengembangan pelayanan publik.

“Melalui pelatihan ini, diharapkan nantinya ASN dapat menemukan trobosan atau gagasan baru dalam upaya pengembangan pelayanan masyarakat yang lebih terkonsep dan lebih transparan. Mengingat di era ini serba menggunakan digital, diharap akan dapat membawa dampak positif kedepanya.

Pelatihan PNS disebut dengan agent of change, artinya dapat memenuhi kesenjangan aparatur dalam jabatannya sehingga dapat mengurangi beban kerja dalam suatu OPD,” jelasnya. Ris | Satria Utama