JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Idul Adha, MUI Minta Umat di Daerah Risiko Tinggi Salat di Rumah

Sekretaris Komisi Fatwa MUI yang juga sebagai Deputi Bidang Pengembangan Pemuda KEMENPORA, Asrorun Niam Sholeh / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah pandemi Covid-19 yang masih melanda, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta umat Muslim untuk tetap menerapkan protokol kesehatan demi mengantisipasi kemungkinan penularan virus Corona.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI, Asrorun Ni’am Sholeh meminta umat Muslim untuk menghindari kerumunan.

“Hindari kerumunan yang punya potensi untuk terjadinya penularan. Apalagi tidak disiplin menggunakan masker, menjaga jarak yang bisa menjadi masalah dalam hal kesehatan dan juga keselamatan,” kata Asrorun melalui siaran pers Rabu (29/7/2020).

Baca Juga :  Pendekar dan Jawara se-Banten Apresiasi Kinerja Kabareskrim Komjen Pol Listyo Sigit

MUI meminta masyarakat agar menyesuaikan kondisi faktual di kawasannya dalam pelaksanaan shalat Idul Adha. Dalam hal ini penting bagi masyarakat untuk mengetahui risiko penularan di wilayahnya.

“Ketika berada di suatu kawasan yang sudah mulai terkendali, maka pelaksanaan salat Idul Adha dapat dilaksanakan di masjid secara berjamaah,” ucap Asrorun.

Baca Juga :  Tangani Covid-19, Ini 8 Strategi Luhut

Namun, jika kawasan tempat tinggal termasuk pada kategori penularan tinggi, Asrorun meminta masyarakat agar melaksanakan salat Idul Adha tetap di rumah.

Di samping itu, saat akan melaksanakan salat Idul Adha, masyarakat harus memastikan kondisi kesehatan diri terlebih dahulu.

“Ketika diri kita sedang sakit, atau memiliki penyakit bawaan, maka sebaiknya tetap salat di rumah saja,” kata Asrorun.

www.tempo.co