JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik, Tim KJRI Jeddah Berhasil Selamatkan Harta dan Perhiasan Milik Surani, TKW Asal Sragen Yang Disita Majikan. Total Ada 5.000 Riyal, Perhiasan, Baju dan ATM

Kades Mojorejo, Suharno saat mendengar keterangan adik dan kakak kandung Surani, Selasa (30/6/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kades Mojorejo, Suharno saat mendengar keterangan adik dan kakak kandung Surani, Selasa (30/6/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kisah pilu Surani (45), tenaga kerja wanita (TKW) asal Dukuh Ngembat, RT 21/10, Desa Mojorejo, Kabupaten Sragen yang mendapat perlakuan kejam dari majikannya di Arab Saudi, dipastikan segera berakhir.

Kabar baik hadir setelah TKW yang 18 tahun tak bisa pulang itu, kini sudah diselamatkan oleh tim Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi.

Tak hanya itu, pihak keluarga memastikan kabar terakhir, Selasa (30/6/2020), Surani sudah mendapatkan kembali perhiasan, baju, ATM dan sisa gaji yang sempat disita majikannya.

“Sekitar jam 13.00 WIB kemarin, saya mendapat telepon dari Direktorat Kementerian bahwa baju, ATM, perhiasan dan gaji kakak saya (Surani) sudah diberikan oleh majikannya,” ujar adik kandung Surani, Purwanto (41) saat ditemui di rumahnya Mojorejo, Karangmalang, Selasa (30/6/2020).

Purwanto menguraikan, sisa gaji yang disita majikan dan berhasil diterima kembali sebesar 5.000 riyal. Kemudian ATM dan perhiasan serta baju juga sudah diberikan kepada Surani.

Baca Juga :  Batal Diusung Golkar, Sukiman Sebut Seperti Pembunuhan Karakter. Mengaku Masih Berikhtiar, "Kalau Allah Meridhai, Pasti Ada Jalan!"

Saat ini, semua barang itu sudah bersama Surani di KJRI Jeddah. TKW malang yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga sejak 2002 itu, kini tinggal menunggu proses pengurusan administrasi kepulangannya ke Indonesia.

“Yang jelas kami lega dan bersyukur, kakak kami bisa diselamatkan dan segera pulang. Dari awal kami bingung dan sedih, tiap kali kakak saya kontak dia nggak betah karena sering diperlakukan tidak manusiawi oleh majikannya,” tutur Purwanto.

Purwanto dan kakak kandung Surani, Wardiyanto (51) mengaku bersyukur dan berterimakasih atas bantuan semua pihak, sehingga bisa menyelamatkan Surani dari tragedi dan penderitaannya.

“Kami sempat tiga minggu kontak dua KJRI di Jeddah sana, tapi tidak direspon. Baru kemudian kami minta bantuan Mas Sigit Pamungkas, om kami yang ada di Jakarta untuk membantu dan akhirnya baru ada respon dari tim Garda PMI di Jeddah yang kemudian bersama tim KJRI menjemput Surani dari rumah majikannya,” timpal Wardiyanto.

Baca Juga :  Duh, Kades Tegaldowo Gemolong Sragen Yang Positif Covid-19 Ternyata Sempat Ikut Rapat Bersama Para Kades dan Sekcam. Pelayanan Balai Desa Ditutup?

Kades Mojorejo, Suharno mengungkapkan setelah melihat video curhat Surani yang viral di media sosial, dirinya langsung bergerak kroscek ke keluarga.

Setelah benar adanya, ia kemudian melapor camat, Kapolsek dan bupati. Sempat diminta membuat laporan tertulis, kemudian sudah disusul kabar bahwa Sabtu (27/6/2020) sore, Surani sudah diselamatkan oleh tim KJRI Jeddah dan dibawa ke KJRI.

“Alhamdulillah kami turut lega bahwa Surani telah bisa diselamatkan dan dijemput KJRI. Mudah-mudahan bisa segera dipulangkan dan lancar sampai rumah dengan selamat,” tandasnya. Wardoyo