JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Warga Desa Wujil Ditemukan Tewas di Sungai Kuto, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Tim SAR gabungan saat melakukan jasad korban pemuda asal Desa Wujil yang tenggelam di Sungai Kuto Kendal, Senin (29/6/2020) malam. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Nasib nahas dan tragis dialami seorang pemuda bernama Herman Soleh (25). Warga Dukuh Kolangkaling, Kelurahan Wujil, Kecamatan Bregas, Kabupaten Semarang, ini ditemukan mengambang dengan kondisi tidak bernyawa di Sungai Kuto.

Ironisnya, sebelum tewas tenggelam di aliran sungai yang dikenal masyarakat Kendal dengan “Kali Kuto” diduga korban mengidap gangguan jiwa.

Jasad korban ditemukan di area penyeberangan pelabuhan perahu Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, akhirnya berhasil ditemukan, Senin (29/6/2020) malam, lalu.

Kepala Basarnas Semarang, Nur Yahya saat dikonfirmasi wartawan, mengungkapkan, korban ditemukan berjarak 5 Km dari lokasi kejadian.

Baca Juga :  Imbas Pandemi Covid-19, 14.410 Tenaga Kerja di Kota Semarang Dirumahkan

“Informasi yang kami peroleh dari BPBD Kendal, korban ditemukan oleh nelayan yang sedang menebar jaring pada pukul 22.00 WIB. Atas temuan itu saksi melaporkan ke aparat setempat yang kemudian diteruskan ke Tim SAR gabungan,” ungkap Yahya.

“Korban selanjutnya dievakuasi pada pukul 23.50 WIB dan langsung dibawa ke Puskesmas Rowosari 01 untuk diperiksa,” sambung dia.

Diberitakan sebelumnya, korban pada Minggu (28/6/2020) malam pukul 22.30 WIB diketahui saksi Sumanto (35) berenang bolak-balik dari arah barat ke timur aliran sungai. Korban yang diduga ODGJ sudah diimbau oleh petugas penyebrangan dan warga untuk menepi namun yang bersangkutan tidak mengindahkan.

Baca Juga :  Gerakan Sehari Tanpa Nasi Berkumandang di Kota Salatiga

Selanjutnya, sesaat sebelum tenggelam yang bersangkutan berhenti di tengah sungai dan selanjutnya menurut saksi ia mendengar suara tersedak dari arah korban lalu korban tak tampak lagi dan diduga tenggelam.

Atas temuan itu saksi melaporkan ke aparat setempat yang kemudian diteruskan ke Tim SAR.

“Sebelumnya kami sudah mencari korban, tapi belum ketemu,” kata Nur Yahya. Satria Utama