JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Duka, 2 Warga Sragen Kembali Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Satu Kakek 69 Tahun Dari Tanon, Satunya Nenek Asal Gemolong

Ilustrasi pemakaman pasien corona. Foto/Humas Polda Jateng
Ilustrasi pemakaman pasien corona. Foto/Humas Polda Jateng

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka menghampiri Sragen di tengah terus melonjaknya kasus Covid-19 atau corona.

Dua warga yang dinyatakan positif Covid-19 dilaporkan meninggal dunia. Keduanya diketahui berasal dari Tanon dan Gemolong.

Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen Rabu (22/7/2020), dua warga positif Covid-19 yang meninggal dunia itu masing-masing kakek berinisial K (69) asal Dukuh Geneng, Desa Tanon, Sragen.

Almarhum meninggal pada tanggal 17 Juli 2020 di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro dengan awalnya berstatus PDP.

Kemudian korban meninggal kedua adalah seorang nenek berinisial Ny. S (63) dari Kecamatan Gemolong. Almarhumah meninggal dunia pada tanggal 16 Juli 2020 di rumahnya.

Baca Juga :  Awas, 3 Pasien Baru Positif Covid-19 Sragen Belum Terlacak Sumber Penularnya. Berikut Daftar 4 Tambahan Pasien Positif Tanggal 18 September!

Hasil swab test yang menunjukkan positif Covid-19 almarhumah juga baru keluar hari ini. Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto membenarkan dua pasien meninggal positif corona tersebut.

“Mereka saat meninggal statusnya PDP. Kemudian setelah meninggal, langsung dilakukan swab test dan hasilnya baru keluar hari ini, semua positif akibat terpapar covid-19,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (22/7/2020).

Ia menguraikan pasien asal Tanon meninggal dalam perjalanan ke RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen. Sedangkan pasien asal Gemolong meninggal di rumahnya.

Baca Juga :  35 Perajin Batik Masaran Sragen Digelontor Bantuan dan Bimtek dari Kementerian Perindustrian. Direktur IKM Berharap Industri Batik Sragen Makin Berkembang, Pemasaran Online Mulai Bangkitkan Gairah Perajin

“Ternyata hasil swab mereka positif covid-19,” urainya.

Meski hasil seab baru keluar setelah meninggal, ia memastikan saat pemakaman, kedua pasien itu tetap dilakukan proses pemakaman dilakukan sesuai protokol covid-19.

Yakni jenazah langsung dimakamkan tanpa disemayamkan di rumah duka. Kemudian pemakaman dilakukan oleh petugas medis dengan mengenakan APD lengkap.

“Nanti akan langsung dilakukan tracing riwayat kontak dari kedua pasien yang meninggal itu. Jumat besok, kita rencanakan langsung terjun ke lapangan melakukan pelacakan riwayat kontak,” tandasnya. Wardoyo