JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kaget Koperasi Tak Diminati Kaum Milenial, Teten: Koperasi Perlu Visi Baru

Teten Masduki tiba di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/10/2019) / tempo.co
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Minimnya anak muda milenal yang mau menerjuni koperasi, membuat
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki  terkejut.

“Saya kaget setelah bertemu dengan 100 koperasi yang terbesar ternyata tidak ada anak mudanya, ini jangan-jangan koperasi mengalami stagnasi regenerasi,” katanya dalam diskusi daring, Minggu (12/7/2020).

Melihat fakta tersebut, Teten menilai, proses regenerasi kepengurusan koperasi saat ini berjalan lamban. Karena itu menurutnya perlu dicarikan visi baru agar koperasi lebih diterima anak muda.

Sepinya anak muda di Koperasi, kata Teten, juga dialami di kampus-kampus yang mana bisnis koperasi dilakukan tanpa adanya peran mahasiswa.

Menurut dia, saat ini koperasi-koperasi yang ada di Indonesia sebagian besar belum merambah pada industri kreatif dan cenderung menjalankan bisnisnya dengan cara konvensional.

Padahal, kata Teten, potensi industri kreatif sangat besar dan dekat dengan anak muda.

Baca Juga :  Kapolri: Penangkapan Joko S Tjandra Merupakan Perintah Langsung Presiden Jokowi

Upaya untuk digitalisasi koperasi pun harus dilakukan dengan menyasar target industri animasi, musik dan hiburan, game serta pariwisata.

Sektor-sektor ini merupakan titik potensial yang digemari anak muda khususnya di kalangan mahasiswa.

“Dengan format yang modern jangan hanya nanti bisnis koperasi jadi tukang fotokopi atau bikin kaos atau bikin jaket almamater, bisnis lainnya juga penting karena milenial ini kan tertarik dengan ekonomi kreatif,” kata dia.

Kemudian, Teten juga mendorong Koperasi bisa masuk sistem digital. Hal itu menjadi penting, karena dapat memudahkan mengakses pasar. Lalu secara model bisnis, kata Teten, akan menjadi lebih efisien dan akuntabel.

“Ke depan saya kira digitalisasi kelembagaan koperasi juga penting memberikan kemudahan pelayanan kepada anggota,” ucapnya.

Baca Juga :  Remaja 15 Tahun Jadi Korban Pelecehan Seksual oleh Waria, Hanphone Dirampas

Sementara itu, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik menjelaskan, proses digitalisasi koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) harus dipercepat.

Sebab, penerapan sistem daring untuk meningkatkan eksistensi dan peluang pasar yang dilakukan cenderung terlambat.

Padahal berdasarkan survei yang dilakukan bulan Maret lalu, usaha yang telah terintegerasi ekosistem digital mengalami pertumbuhan 19 persen.

Angka tersebut, kata Riza, diperkirakan akan terus meningkat mengingat saat ini kondisi penanganan pandemi virus corona belum menunjukkan titik terang.

“Kami mendorong adanya platform yang nantinya akan digunakan memperkuat UMKM yang tergabung dalam koperasi. Ini saya kira sudah benar dan sudah harus ada karena saya justru menduga kita sudah terlambat sekali,” kata dia.

www.tempo.co