JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Luweng Songo Ngaluran Sumberagung Pracimantoro, Dengan Debit 22 Liter Perdetik Mampu Penuhi Kebutuhan Air Bersih Warga Wonogiri Selatan

Penyerahan hasil TMMD kepada Bupati Wonogiri. Dok. Kodim 0728
Penyerahan hasil TMMD kepada Bupati Wonogiri. Dok. Kodim 0728

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Keberadaan sumber Luweng Songo di Dusun Ngaluran Desa Sumberagung Kecamatan Pracimantoro Wonogiri begitu dirasakan masyarakat Pracimantoro. Pasalnya mampu memenuhi kebutuhan air bersih.

Camat Pracimantoro Warsito didampingi Kepala Desa Sumberagung Suyono mengungkapkan, sumber air Luweng Songo bissa dimanfaatkan warga di Desa Sumberagung, Petirsari, dan Joho. Penggunanya sekitar 800 konsumen.

“Jika dimaksimalkan bisa bertambah untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Gambirmanis,” ujar dia, Rabu (29/7/2020).

Debit air yang keluar dari Luweng Songo mencapai 22 liter perdetik. Diklaim aliran airnya tidak kering bahkan saat kemarau tiba.

Baca Juga :  Sah Lur, Harjo Nomor Urut 1 Josss Nomor Urut 2, Siap Bersaing Memperebutkan Kursi Bupati dan Wakil Bupati Wonogiri dalam Pilkada Wonogiri 2020

“Saat penghujan pun airnya tidak keruh,” beber dia.

Dia menjelaskan, adanya jalan tembus Ngaluran Sumberagung Pracimantoro-Pucung Girisubo Gunungkidul semakin memudahkan akses menuju luweng. Pasalnya luweng berada di bawah jalur tembus itu.

Sementara, program TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap II Kodim 0728/Wonogiri yang berada di Dusun Ngaluran, Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro secara resmi ditutup.

Baca Juga :  Sah Lur, Pilkada atau Pilbup Wonogiri 2020 Diikuti 2 Paslon, Yakni Joko Sutopo-Setyo Sukarno alias Josss dan Hartanto-Joko Purnomo atau Harjo, KPU Sudah Menetapkan

Penutupan program TMMD tersebut dlaksanakan dirunag kerja Bupati Wonogiri dengan ditandai acara penandatangan dan penyerahan naskah kegiatan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2020 dari Kodim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi, kepada Bupati Wonogiri Joko Sutopo.

“Jalan tersebut selain untuk memperlancar usaha tani karena sepanjang jalan yang kita buat bersama-sama secara bergotong-royong dengan masyarakat sebagian besar adalah lahan pertanian, mudah-mudahan jalan ini ke depan bisa ditingkatkan karena menghubungkan dengan Provinsi DIY,” terang Dandim. Aria