JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Masih Misteri, Kakek Menahun di Rumah Asal Tanon Sragen Bisa Meninggal Positif Terpapar Covid-19. Semua Bingung Tertular dari Mana, Sempat Dibawa ke Klinik dan RS Swasta

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kematian K (69), seorang kakek asal Dukuh Geneng, Desa Tanon, Sragen yang dinyatakan positif terpapar corona atau covid-19, masih menyisakan misteri.

Pasalnya, kakek itu diketahui tak pernah pergi ke mana-mana dan tak ada kerabat dengan riwayat luar kota. Selama hampir bertahun-tahun, kakek itu dilaporkan hanya di rumah karena menderita sakit.

“Makanya kami juga bingung tertular dari mana. Wong dia orang ndesa, nggak pernah kemana-mana karena sudah bertahun-tahun sakit di rumah. Warga juga kaget, kemarin meninggal dengan status PDP dan hari ini swabnya keluar dinyatakan positif kena covid-19,” papar tim Satgas Covid-19 Desa Tanon, Dawam, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (22/7/2020).

Baca Juga :  Meledak Lagi, Tambah 12 Warga Positif Hari Ini, Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 485. Dua Warga Suspek Kembali Meninggal, Total Sudah 68 Warga Meninggal Terkait Covid-19

Senada, Kepala DKK Sragen, Hargiyanto juga menerangkan bahwa K tak punya riwayat kontak luar kota atau perjalanan ke luar kota. Pun dengan kerabat yang dari luar kota, juga tidak pernah ada.

Karenanya, pihaknya masih menelusuri darimana kemungkinan tertularnya virus covid-19 yang mendera K.

“Kami juga belum tahu, tertular dari mana. Karena memang riwayatnya sakit bertahun-tahun di rumah. Kemarin memang sempat dirawat di klinik dan dibawa ke RS swasta, lalu dirujuk ke RSUD Soehadi Prijonegoro Sragen namun dalam perjalanan meninggal dunia,” terangnya.

Atas fakta itu, tim nantinya akan melakukan tracking terhadap orang yang kontak erat, termasuk terhadap klinik dan RS swasta tempat K sebelumnya dirawat.

Baca Juga :  Mohon Perhatian, Warga Sragen yang Ada di Jakarta Sementara Jangan Pulang Dulu. Bupati dan Gubernur Ganjar Minta Warga Dukung Pelaksanaan PSBB!

“Semua akan kita lakukan tracking. Nanti yang ada riwayat kontak, akan dilakukan swab test,” urai Hargiyanto.

K dilaporkan meninggal pada tanggal  17 Juli 2020 di RSUD dr. Soehadi Prijonegoro dengan awalnya berstatus PDP. Saat meninggal, kakek malang itu masih berstatus PDP corona.

“Kemudian setelah meninggal, langsung dilakukan swab test dan hasilnya baru keluar hari ini, positif terpapar covid-19,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Rabu (22/7/2020). Wardoyo