JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mayat Pria Telanjang Dada Ditemukan Tergeletak di Pos Ronda Sragen Kota. Di Dekatnya Ditemukan Obat Cina Tawon Liar

Kapolsek Sragen, AKP Mashadi saat kali pertama mendatangi dan olah TKP penemuan mayat di pos ronda Kampung Ngledok, Sragen Kota. Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Kapolsek Sragen, AKP Mashadi saat kali pertama mendatangi dan olah TKP penemuan mayat di pos ronda Kampung Ngledok, Sragen Kota. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Warga Kampung Ngledok, Kelurahan Sragen Tengah, Sragen digemparkan dengan penemuan sesosok mayat tergeletak di wilayah setempat.

Mayat berjenis kelamin pria itu ditemukan tak bernyawa dalam kondisi telanjang dada di pos ronda Ngledok RT 01/10. Jenazah itu kemudian dikenali merupakan warga setempat bernama Ibnu Sukono (50).

Data yang dihimpun, penemuan mayat itu terjadi pukul 20.00 WIB, malam Jumat (10/7/2020). Penemuan kali pertama diketahui oleh Kisman (59) warga setempat yang juga tetangga korban.

Baca Juga :  Kesimpulan Akhir Polisi Soal Temuan Mayat Bersimbah Darah di Gading Tanon Sragen, Bukan Pembunuhan?

Saat melintas di lokasi kejadian, ia kaget mendapati korban sudah tergeletak dengan posisi terlentang kepala berada di sebelah utara. Saat didekati, kakek malang itu ternyata sudah tidak bernyawa.

Di dekat korban ditemukan sejumlah barang. Di antaranya dua botol aqua air mineral, satu sachet obat cina tawon liar, tiga butir neo reumachyl, sebuah alat pelega pernafasan, satu satu permen davos.

Saksi langsung memberitahu tetangganya dan seketika warga langsung berdatangan memadati lokasi kejadian. Tak lama berselang, tim Polsek Sragen dan tim medis tiba melakukan evakuasi dan identifikasi.

Baca Juga :  Suami Asal Peleman dan Bocah 14 Tahun Gemolong Sragen Berhasil Sembuh dari Covid-19. Sebanyak 3 Pasien Sembuh, Total Sudah 66 Orang Sembuh

Kapolsek Sragen, AKP Mashadi membenarkan kejadian penemuan mayat tersebut. Menurutnya, dari hasil pemeriksaan dari tim Inafis Polres Sragen dan Puskemas, tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban.

“Tidak ada tanda kekerasan atau penganiayaan. Dugaannya korban meninggal karena punya riwayat penyakit,” tukasnya. Wardoyo