JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Pandemi Corona Picu Kenaikan Jumlah Pesepeda Hingga 1.000 Persen

Sebanyak 500 pesepeda berhasil menyelesaikan finish pertama Tour De Borobudur di De Tjolomadoe, Sabtu (2/11/2019) sore. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Seiring dengan pandemi virus Corona yang belum mereda, ada fenomena baru yang mencengangkan, yakni merebaknya pesepeda di tanah air.

Jumlah pesepeda di Indonesia bahkan mengalami peningkatan yang pesat. Berdasarkan survei The Institute for Transportation and Development Policy (ITDP), penggunaan sepeda meningkat hingga 10 kali lipat atau meningkat 1.000 persen saat PSBB Jakarta, dibandingkan Oktober 2019.

Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno mengatakan, bersepeda dinilai lebih aman dan dapat meningkatkan imun terhadap tubuh pada masa pandemi.

Keuntungan industri sepeda menjadi bagian kerugian dari para produsen mobil. Menurut survei Internetstores, penjual ritel sepeda daring, konsumen melihat sepeda listrik sebagai pengganti yang cocok untuk penggunaan mobil.

Sebanyak 28 persen konsumen juga melihat e-sepeda dalam posisi yang siap menggantikan mobil sebagai alat transportasi dalam kota.

Baca Juga :  Tiga Gempa Terjadi di Sepanjang Libur Akhir Pekan

Tidak hanya di Indonesia, tren bersepeda juga menyebar di Eropa. Sama dengan Indonesia, Pandemi Covid-19 telah meningkatkan popularitas sepeda.

Bahkan sebelum pandemi, sepeda telah menikmati peningkatan permintaan dari konsumen yang sadar lingkungan.

Namun, risiko penularan virus corona melalui penggunaan bus dan kereta semakin meningkatkan daya tarik sepeda.

Peningkatan itu terjadi ketika negara-negara di Eropa menerapkan kebijakan penguncian wilayah. Stephanie Krone, ahli lalu lintas di asosiasi sepeda Jerman ADFC, mengatakan warga Jerman menghabiskan dua kali lebih banyak waktu bersepeda dari sebelumnya.

“Toko sepeda saat ini melihat ledakan yang belum pernah terjadi sebelumnya, tetapi untuk melanjutkannya, pemerintah kota harus meningkatkan infrastruktur untuk mengakomodasi semua pendatang baru,” ujarnya, dikutip dari Bloomberg, Minggu (5/7/2020).

Baca Juga :  Tertangkapnya Joko Tjandra, Momentum Bagi Kemenkum HAM Tindak Oknum yang Terlibat

Jerman sejauh ini merupakan pasar sepeda terbesar di Eropa, dengan 1,36 juta sepeda listrik terjual pada 2019.

Angka tersebut lebih dari dua kali lipat dari jumlah penjualan pada tiga tahun sebelumnya. Sebagai perbandingan, 3,6 juta mobil terjual di negara itu tahun lalu, dan pasar anjlok 35 persen pada paruh pertama 2020.

Federasi Pengendara Sepeda Eropa menyatakan bahwa 32 kota terbesar di Uni Eropa telah mengajukan perbaikan fasilitas bersepeda.

Belgia, Denmark, dan Belanda bahkan telah merintis jalur cepat yang dirancang untuk pengendara sepeda.

Selain itu, banyak pula rencana yang datang dengan mengorbankan jalur lalu lintas mobil. Roma, misalnya, kebanyakan hanya mengecat jalur sepeda. Adapun, Berlin dan Paris mendirikan jalur pop-up sepeda di tengah pandemi.

www.tempo.co