JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Pasar Lemahbang Sambungmacan Sragen Terbakar Hebat, 7 Kios Ludes Dilalap di Jago Merah. Kerugian Ditaksir Capai Rp 100 Juta

Ilustrasi kebakaran
Ilustrasi kebakaran

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kebakaran hebat melanda Pasar Lemahbang, Desa Karanganyar, Kecamatan Sambungmacan, Sragen, Selasa (21/7/2020) dinihari.

Sebanyak tujuh kios di pasar itu ludes dilalap si jago merah. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut.

Namun kerugian akibat kebakaran pasar di tepi jalan raya Sragen-Ngawi itu ditaksir mencapai hampir Rp 100 juta.

Data yang dihimpun di lapangan, kobaran api kali pertama diketahui pukul 02.00 WIB. Menurut keterangan saksi mata, api muncul dari salah satu kios kemudian berkobar cepat melahap ke deretan kios yang ada di sekitarnya.

Baca Juga :  Gawat, Satu PNS di Pemda Sragen Positif Terpapar Covid-19, Berasal dari Karangmalang, Tertular dari Tetangganya!

Warga sekitar langsung berhamburan berupaya memadamkan kobaran api. Kondisi beberapa kios yang dipenuhi barang dagangan mudah terbakar, membuat kobaran api kian menjadi.

Tak lama berselang, tiga mobil pemadam kebakaran tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah berjibaku hampir dua jam, api baru bisa dijinakkan.

Kasubag Humas Polres Sragen, AKP Harno menyampaikan tidak ada korban jiwa dalam musibah itu. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan.

Wakil Ketua PMI Sragen, Soewarno menambahkan usai menerima laporan, tim PMI langsung meluncur ke lokasi guna melakukan assesment dan backup medis.

Baca Juga :  Gagal Usung Sukiman-Iriyanto, Gerindra Sampaikan Minta Maaf untuk Warga Sragen. DPD Apresiasi Perjuangan Sukiman-Iriyanto, Ini 3 Poin Penting Yang Disampaikan!

Setiba di lokasi, didapati ada tujuh kios yang terbakar. Namun ia memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka lantaran saat kejadian, kondisi kios kosong tanpa penghuni.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Sragen, Tedi Rosanto menyampaikan jika Pasar Lemahbang adalah pasar desa. Pengelolaannya sepenuhnya berada di tangan desa dan bukan masuk aset Pemkab.

“Sehingga kalau desa tidak melapor minta pembinaan, ya kami tidak bisa melangkah. Karena Pasar Lemahbang itu pasar desa,” tandasnya. Wardoyo