JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sri Mulyani: Sejak Juni Ekonomi RI Sudah Membaik

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati didampingi Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara (kiri) bersiap mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/11/2019). Rapat tersebut membahas evaluasi kinerja APBN 2019 dan rencana kerja APBN tahun anggaran 2020 / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Perekonomian di tanah air mulai membaik pada bulan Juni 2020 ini. Hal itu diungkapkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Sri Mulyani mengatakan, sebenarnya perekonomian Indonesia pada kuartal II 2020 relatif lebih buruk daripada periode sebelumnya. Namun, perekonomian pada bulan Juni sudah mulai mengalami perbaikan.

“Ekonomi bulan Juni ada pembalikan kemudian berpacu meningkatkan sentimen dan tren positif,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi video, Senin (20/7/2020).

Beberapa indikator sektoral yang bergerak ke arah positif pada bulan Juni, antara lain indeks keyakinan konsumen , PMI manufaktur, konsumsi, konsumsi listrik bisnis dan industri, serta ekspor impor. Selain itu, penerimaan pajak, penerimaan bea cukai, penyerapan belanja modal, serta likuiditas pemerintah yang ekspansif.

Baca Juga :  Menyusul Ketuanya, Anggota KPU Ini Menyatakan Dirinya Positif Covid-19

Pada sisi fiskal, Sri Mulyani mengatakan kinerja perpajakan masih melambat akibat Pembatasan Sosial Berskala Besar, namun mulai membaik pada sektor tertentu. Perbaikan kinerja perpajakan tersebut didorong oleh pelonggaran PSBB dan membaiknya perdagangan internasional. Adapun pembiayaan dijaga agar aman dan kondisi kas terkendali.

Di sektor riil, konsumsi masyarakat terpantau mulai mengalami perbaikan, namun masih lemah. Di sisi lain, produksi dalam negeri mulai tumbuh. Dengan demikian, ia mengatakan sektor rill, terutama konstruksi mulai berdegup naik, namun perlu dilihat keberlangsungannya.

Pada sisi eksternal, cadangan devisa meningkat, salah satunya didukung penerbitan surat berharga negara valuta asing. Aktivitas ekspor dan impor menunjukkan tren membaik, dengan potensi ekspor ke Cina yang mulai tumbuh.

Baca Juga :  Pidato Sidang Umum PBB: Presiden Jokowi Tegaskan Setiap Negara Berhak untuk Akses Vaksin Covid-19, Sebut Vaksin Jadi Game Changer Perang Global Melawan Pandemi

Adapun pada sisi moneter dan keuangan, yield SBN mulai kembali ke kondisi awal 2020 dengan kepemilikan asing masih rendah. Menurut Sri Mulyani, likuiditas perbankan terjaga, meskipun ada tekanan pada kinerja bank. Sementara, inflasi masih dalam kondisi terkendali.

Dengan situasi tersebut, Sri Mulyani berujar aktivitas ekonomi mulai membaik. Namun ketidakpastian masih tinggi, serta perlu hati-hati dan kewaspadaan. Belanja pemerintah, tutur dia, akan menjadi modal penting untuk mengatasi dampak negatif Covid-19.

“Implementasi pemulihan ekonomi nasional yang efektif menjadi driver utama penggerak pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

www.tempo.co