JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Pedagang Positif Covid-19, Pasar Ampel Boyolali Ditutup Sementara

Petugas dari Satuan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Boyolali melakukan penyemprotan disinfektan di Pasar Ampel. Istimewa

BOYOLALI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sejumlah pasar tradisional di Jawa Tengah menjadi klaster penularan virus corona. Hal itu setelah sejumlah pedagang di pasar tradisional dinyatakan positif tertular corona virus disease 2019 (covid-19), seperti di Kota Semarang, Kabupaten Kendal, Grobogan, hingga Kota Solo dan daerah lainnya. Kasus covid-19 muncul setelah pemerintah menggencarkan rapid test dan swab massal.

Menindaklanjuti hal tersebut, pemerintah langsung menutup sementara pasar tradisional yang telah menjadi klaster penularan covid-19. Selama penutupan, dilakukan steriliasi dengan penyemprotan disinfektan, penataan pedagang hingga peningkatan pengawasan kedisiplinan protokol kesehatan.

Terbaru, Kasus penularan kembali muncul di Pasar Ampel, di Kabupaten Boyolali. Satu pedagang sayur di Pasar Ampel. Pemerintah Kabupaten Boyolali melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) mengambil kebijakan untuk menutup sementara pasar tersebut, selama tiga hari, mulai Rabu (15/7/2020) hingga Jumat (17/7/2020).

Hal tersebut disampaikan Kepala Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina pada Rabu (15/7/2020). Diagendakan, Pasar Ampel akan kembali dibuka pada Sabtu (18/7/2020).

Baca Juga :  Jaring Investor Baru, BEI Buka Galeri Investasi di Boyolali

“Memang (pasar) ditutup, karena saat ini ada satu pasien terkonfirmasi positif dari Kecamatan Gladagsari yang aktivitas hariannya itu berjualan di Pasar Ampel,” ungkap Lina.

Dalam masa penutupan Pasar Ampel, pihaknya akan melakukan proses dekontaminasi dan disinfeksi untuk memutuskan rantai penularan dan juga untuk mengidentifikasi kontak erat dengan kasus positif tersebut.

Setelah semua proses selesai dilakukan, pasar akan dibuka kembali seperti biasa dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Sementara itu, Camat Ampel, Dwi Sundarto saat ditemui di lokasi pasar berharap dengan adanya temuan pasien positif di Pasar Ampel, dilanjutkan dengan proses disinfeksi, Pasar Ampel bisa beroperasi seperti semula. Sehingga 1.335 pedagang yang berjualan di pasar tersebut bisa beraktivitas normal kembali.

“Diadakan penyemprotan disinfektan selama tiga hari berturut-turut. Harapan kami dengan adanya sterilisasi ini nanti menjadi aman bagi pedagang maupun pembeli yang ada di pasar ini,” ujar Dwi.

Baca Juga :  Positif Covid-19 di Boyolali Tembus 812 kasus Kini Angka Kesembuhan Tertinggi se Solo Raya

Ditambahkan, dalam waktu dekat pihaknya akan melaksanakan rapid test atau tes cepat Covid-19 kepada sejumlah pedagang Pasar Ampel untuk memastikan kondisi pedagang.
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Boyolali, Masruri saat meninjau Pasar Ampel ikut memonitoring proses penyemprotan disinfektan. Sekda mengungkapkan, penutupan tersebut merupakan langkah antisipasi Covid-19 agar tidak menyebar.

“Pedagang agar istirahat tidak jualan dulu selama tiga hari ini. Kita bersihkan dulu semuanya supaya tidak menular virusnya. Kita antisipasi, daripada ada yang tertular, lebih baik kita bersihkan dulu. Mudah mudahan tidak ada yang kontak erat, tidak ada yang positif,” tegasnya.

Untuk diketahui, salah satu pedagang sayur di Pasar Ampel, Kabupaten Boyolali terkonfirmasi positif Corona Virus Disease (Covid-19) pada Sabtu (11/7/2020) dengan register 072 berinisial RN berasal dari Kecamatan Gladagsari. Satria Utama