JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Perhatian bagi Para Santri Asal Kendal Masih Jadi Prioritas

Bupati Kendal dr. Mirna Annisa pada Minggu (5/7/2020), melepas keberangkatan para santri untuk melanjutkan pendidikan agama Islam ke pondok pesantren. Pemberangkatan para santri dipusatkan halaman Stadion Utama Kabupaten Kendal. Istimewa
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id

KENDAL, JOGLOSEMARNEWS.COM – Memasuki fase tatanan kehidupan baru (new normal) seperti saat ini, para santri sudah mulai diperbolehkan untuk kembali ke pondok pesantren tempat mereka menimba ilmu.

Untuk mencegah penyebaran virus corona di kalangan para santri, pemerintah Kabupaten Kendal telah memberikan perhatian mengenai hal ini. Perhatian yang diberikan oleh pemerintah bukan hanya ditujukan bagi para santri asal Kabupaten Kendal.

Pemerintah telah menyiapkan rapid test dan alat swab bagi para santri yang berasal dari Kabupaten Kendal yang nantinya akan kembali ke sejumlah pesantren di daerah Jawa.

Hal ini dilakukan demi memastikan kesehatan para santri yang akan kembali mengenyam pendidikan di pondok pesantren. Dan pada Minggu (5/7/2020), ada delapan Bus yang mengantarkan santri Kabupaten Kendal. Pemberangkatan para santri dipusatkan halaman Stadion Utama Kendal dan dilepas langsung oleh Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si.

Baca Juga :  Wali Kota Semarang Terus Dorong Penguatan Sektor Budidaya Ikan

Data dihimpun menyebutkan, total terdapat 360 santri yang akan mengimba ilmu di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur. Sebelumnya para santri telah dilakukan pemeriksaan darah atau rapid test yang dilakukan oleh Pemerintah Kendal.
Bupati Kendal dr. Mirna Annisa, M.Si dalam arahanya berpesan kepada para santri selain fokus menimba ilmu di pesantren, santri harus tetap berkomunikasi dengan keluarga dan Pemerintah Kabupaten Kendal.

“Tetap jalin komunikasi baik dengan keluarga dan pemerintah, sehingga jika nanti ada yang diperlukan kami bisa membantu. Selain itu saya pesan kepada para santri, harus tetap memperhatikan protokol kesehatan dengan rajin cuci tangan dan memakai masker,” terang Mirna Annisa.

Keberangkatan santri menuju Pondok Lirboyo Kediri dinilai oleh Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kendal  KH Ubadilah, S.Pdi adalah yang terbesar. Pihaknya menyebutkan keberangkatan santri Kendal merupakan kerjasama Pemerintah Kendal dengan Baznas.

Baca Juga :  Dipimpin Kapolda Ahmad Luthfi, Polda Jateng Kurban 221 Ekor Sapi dan 519 Ekor Kambing

“Keberangkatan menuju Pondok Lirboyo termasuk yang paling besar, semua ini dapat diwujudkan dari kerjasama Pemerintah Daerah dengan Baznas. Keperluan konsumsi dan penyelenggaran rapid sepenuhnya berasal dari pemerintah, sedangkan Baznas memenuhi kebutuhan transportasi,” jelasnya.

Sebelumnya, KH Ubadilah telah berkoordinasi dengan pihak pengurus Pondok Lirboyo jika santri Kendal akan berangkat pada pukul 09.00 WIB, terkait masa karantina paska perjalanan akan diatur oleh pihak pondok.

“Sebelum para santri memasuki bus, kondisi bus telah dilakukan sterilisasi dengan melakukan penyemprotan disinfektan oleh pihak Dinas Kesehatan Kendal beberapa jam sebelum digunakan,” sambung dia. Satria Utama