JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Tak Punya Uang untuk Beli Susu Anak, Mantan Kades Nekat Bobol Rumah Kakak Ipar

Ilustrasi penangkapan. Foto: pixabay.com

JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang mantan kepala desa (Kades) di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan diciduk aparat kepolisian setelah diduga membobol dan mencuri di rumah kakak iparnya.

Aksi pembobolan dan pencurian dilakukan RJ (44), warga Lorong Pedatuan Darat Palembang, Sumsel, yang juga seorang mantan kades, pada 3 Maret 2020 lalu.

Dalam melakukan aksinya, RJ dibantu tiga rekannya, yakni FA (30), RN (38), dan HA (30). Yang menjadi sasaran adalah kediaman Syaiful, yang berada di Jalan Radial Kelurahan 26 Ilir, Kecamatan Ilir Timur II Palembang.

Syaiful sendiri diketahui masih memiliki hubungan kerabat dengan RJ, yakni sebagai kakak ipar. Korban diketahui memang kerap menitipkan kunci rumahnya kepada adik iparnya itu.

Kesempatan itu dimanfaatkan RJ untuk membuat duplikat kunci rumah korban dan akhirnya pada hari kejadian, keempat tersangka dapat dengan bebas memasuki dan menggasak barang berharga di rumah korban.

Baca Juga :  Merasa Hanya Kasih Rp 10.000, TW Heran di Dompet Anaknya Yang Masih 14 Tahun Tersimpan Duit Jutaan. Ternyata Hasil Dari...

Melansir dari Liputan6.com, pelaku berhasil membawa lari satu unit sepeda motor, dua unit televisi LED, dan sebuah celengan berisi uang Rp 800.000. Total kerugian yang dialami korban mencapai sekitar Rp 25 juta.

Keempat pelaku akhirnya dapat ditangkap di kediaman masing-masing pada tanggal 29 Juni 2020 lalu setelah korban melapor kepada polisi dan kini ditahan di Mapolrestabes Palembang.

Saat diinterogasi, RJ mengaku nekat melakukan aksi pencurian di rumah saudaranya sendiri setelah didorong kebutuhan ekonomi. Dia mengaku tidak memiliki uang untuk membeli susu anaknya.

“Saya benar-benar tidak ada uang untuk beli susu untuk anak. Jadi saya nekat membobol rumah kakak ipar saya,” ujarnya saat diinterogasi di Mapolrestabes Palembang, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga :  Miris, Siswi SMP Ini Digilir 5 Pria di Kos Pacarnya

RJ mengaku hasil penjualan barang yang dicuri, langsung dibagikan ke masing-masing pelaku. Jatah RJ sendiri, langsung belikan susu anak dan sisanya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari.

Dia pun mengaku menyesal telah membobol rumah kakak iparnya sendiri dan meminta maaf kepada korban dan keluarganya atas tindakan kriminal yang dilakukannya.

Kapolrestabes Palembang Kombel Pol Anom Setyadji didampingi Kanit Pidum AKP Robet mengatakan, proses penangkapan dilakukan setelah timnya melakukan penyelidikan.

“Mereka langsung diamankan. Dua orang pelaku terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas, karena melakukan perlawanan ketika akan diamankan,” katanya.