JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Satu Pedagang Pasar Bunder dan Gemolong Sragen Kembali Positif Covid-19. Klaster Pedagang Pasar Jadi Ancaman Baru, 3 Warga Juga Tertular dari Pedagang Pasar Gemolong dan Geyer Grobogan

Ilustrasi rapid test ke pedagang pasar di Sragen. Foto/Wardoyo

IMG 20200513 WA0016
Ilustrasi rapid test ke pedagang pasar di Sragen. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pedagang pasar menjadi ancaman baru klaster penyebaran corona virus atau covid-19 di Sragen.

Pasalnya, dalam beberapa hari terakhir, kasus positif covid-19 didominasi dari hasil tracking kasus positif yang melibatkan pasien berprofesi pedagang pasar.

Termasuk, tambahan empat dari lima kasus positif pada Minggu  (26/7/2020). Di mana dari empat orang yang dinyatakan positif, semuanya memiliki benang merah dengan pedagang pasar.

Data yang dihimpun dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Sragen, Minggu (26/7/2020) petang mencatat jumlah kasus positif covid-19 tercatat bertambah lima orang.

Baca Juga :  Jenazah Ustadz Positif Covid-19 Nekat Dimakamkan Sendiri, Istri dan Anaknya Akhirnya Malah Ikut Tertular Positif. Minta Diisolasi di Rumah Saja, Santri-Santri Kontak Erat Bakal Diswab!

Dari lima itu, satu di antaranya adalah pasien baru yang diketahui berprofesi sebagai pedagang Pasar Bunder Sragen. Pasien itu berinisial Ny J (61) asal Rejosari, Tanon, Sragen.

Perempuan paruh baya itu diketahui juga berjualan di Pasar Gemolong. Ia dinyatakan positif setelah hasil swabnya menunjukkan tanda positif.

“Yang bersangkutan saat ini dirawat di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto.

Sedangkan tiga kasus lainnya, diketahui positif dari hasil tracking pedagang Pasar Gemolong dan Pasar Geyer Grobogan yang sebelumnya sudah lebih dulu dinyatakan positif.

Baca Juga :  Kasus Ustadz Positif Covid-19 di Sragen Dimakamkan Sendiri oleh Santri-Santri, Anggota Keluarga Langsung Diswab. DKK Sebut Hasilnya Keluar Malam Ini!

Dua pasien baru yang tertular dari pasien pedagang Pasar Geyer adalah Ny RTY (16) asal Dukuh Cluntang, Peleman, Gemolong, Sragen dan Ny R (73) Ngrotokrajan, Tegalgede, Gemolong.

Kemudian satu pasien lagi, Tn. MS (40) asal Desa Peleman, Gemolong tertular dari pedagang Pasar Gemolong.

“Ketiganya dirawat di Isolasi Mandiri Pemkab Sragen di Technopark,” terangnya. Wardoyo