JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Sejumlah Akun Media Sosial ICW Diretas, Pelaku Terdeteksi di Luar Negeri

Ilustarsi peretasan / pixabay

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sejumlah akun media sosial milik Indonesia Corruption Watch (ICW) berusaha diretas oleh pihak tak dikenal, Jumat (17/7/2020). Pelaku peretasan memiliki kesamaan ciri, yakni berada di luar negeri.

Menurut penjelasan peneliti ICW, Wana Alamsyah, salah satu akun media sosial yang dicoba diretas ialah akun Instagram untuk donasi publik @sahabaticw_store.

Pada pukul 13.26 WIB kemarin, akun itu tiba-tiba keluar dari gawai pemegang akun.

“Coba masuk kembali, tetapi tidak bisa,” kata Wana ketika dikonfirmasi, Sabtu (18/7/202).

Wana mengatakan ICW mendapati sejumlah surat elektronik berisi permintaan ganti password. Muncul pula notifikasi bahwa akun IG @sahabaticw_store telah diganti dan ada SMS dari Facebook untuk ganti password pada pukul 13.22 WIB.

Baca Juga :  252 Pegawai Kementerian Kesehatan Positif Covid-19, Tertinggi dari Klaster Perkantoran. Ini Kata Kemenkes: Kemungkinan Tertular di Kantor Kecil

Tak hanya akun donasi, peretasan juga terjadi kepada akun Instagram ICW @antikorupsi dan akun Twitter @antikorupsi. Pada pukul 15.24 WIB, kedua akun itu tiba-tiba keluar dari semua perangkat.

Padahal, kata Wana, kedua akun itu sudah menggunakan sistem pengamanan ekstra menggunakan autentifikasi dua langkah dan @VR.

Setelah dicek, ternyata ada e-mail masuk pukul 14.00 WIB berisi notifikasi log in tidak biasa.

“Ada login melalui windows-firefox dari Surfers Paradise, QLD Australia sejak tanggal 17 Juli 2020, pukul 12.08 waktu setempat,” kata Wana.

Wana mengatakan dari notifikasi email yang sama, ada aktivitas login yang tidak biasa melalui windows-firefox dari New York, Amerika Serikat sejak 17 Juli 2020 pukul 12.13 waktu setempat atau pukul 14.13 WIB.

Baca Juga :  Pegawai KPU Bekerja dari Rumah Lantaran Ketuanya Positif Covid-19

Mendapati kedua akun itu diretas, ICW berupa masuk kembali menggunakan kata kunci yang sebelumnya digunakan, namun tak bisa. Wana berucap akun akhirnya kembali berhasil diambil kembali menggunakan perangkat lain.

Akun Telegram ICW tak luput dari upaya peretasan. Akun itu diketahui disusupi perangkat lain terlihat dari kode login pada pukul 17.06 WIB. “Karena sedang stand by Tim ICW langsung mengecek aktivitas, dan ternyata ada aktivitas login lain yang berasal dari San Fransisco,” kata Wana.

www.tempo.co