JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Seorang Petinggi UNS Positif Covid-19, UNS Lockdown 4 Hari

Ilustrasi lock down. Pixabay

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pihak Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo terpaksa harus melock down kampusnya selama 4 hari. Penutupan tersebut dilaksanakan dari Senin-Kamis (20-23/7/2020).

Rektor UNS Solo, Prof Jamal Wiwoho menyebutkan, lock down dilakukan menyusul salah satu petinggi kampus tersebut dinyatakan positif covid-19. Hal itu diketahui setelah seluruh petinggi kampus mengikuti tes swab dan hasilnya keluar Minggu (19/7/2020) malam.

“Hasilnl tes swab, Alhamdulillah saya negatif. Namun salah satu petinggi di UNS dinyatakan positif covid-19. Kami langsung ambil langkah cepat, sebagai antisipasi dengan menutup total kampus khususnya di beberapa tempat yang sempat disinggahi petinggi tersebut,” paparnya, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga :  Aksi Unjuk Rasa Tanpa Izin, 1 Orang Pembawa Palu Jadi Tersangka dan Ditahan di Mapolres Solo

Penutupan dilakukan mulai dari kantor pusat, auditorium kampus, rumah dinas rektor, tempat-tempat ibadah di lokasi kampus ditutup. Termasuk lokasi wisata dan olahraga di area kampus juga ditutup.

“Selama penutupan tersebut, dilakukan sterilisasi dengan penyemprotan disinfektan di seluruh area kampus. Saya pindah kantor juga,” jelas Prof Jamal.

Namun demikian, Rektor menyebutkan kasus petibggi positif tersebut di luar klaster delapan pegawai Kemenpar dan Bekraf yang dinyatakan positif covid-19 saat melakukan kunjungan kerja ke Solo. Seperti diketahui, Rektor dan Wakil Rektor 4 serta beberapa staf di bawahnya sempat menghadiri acara penandatanganan kerjasama dengan pegawai Kemenpar Bekraf itu.

Baca Juga :  Diduga Rem Blong di Jalan Menurun, Truk Seruduk Warung yang sedang Ramai Orang di Mojosongo Solo. Tembok Bergetar, Pemilik Warung Berteriak dan Pembeli Berhamburan

“Begitu diinformasikan ada delapan tamu Kemenpar dan Bekraf positif, kami langsung tes swab, termasuk seluruh petinggi kampus. Namun hasilnya yang ikut pertemuan dengan mereka hasilnya negatif. Malah satu petinggi kami lainnya positif,” tukasnya.

Rektor memastikan pelayanan kampus dibuka sesegera mungkin saat kondisi mulai membaik. Prihatsari