JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Suksesi Ketua DPD Golkar Sragen Berpotensi Sengit, 3 Nama Kuat Diprediksi Bersaing Rebut Kursi Ketua. Agus Fatchur Rahman Dipastikan Tak Bisa Maju Lagi

Dari kiri searah jarum jam. Sri Pambudi, Bambang WP dan Pujono Elly Bayu Effendi. Foto kolase/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Dari kiri searah jarum jam. Sri Pambudi, Bambang WP dan Pujono Elly Bayu Effendi. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Suksesi pucuk pimpinan DPD Golkar Kabupaten Sragen berpeluang menghadirkan persaingan sengit.

Habisnya masa jabatan Agus Fatchur Rahman yang sudah tak bisa maju lagi, diprediksi bakal membuka persaingan panas menuju ke tahta pimpinan tertinggi Golkar Sragen itu.

Plt Ketua DPD II Golkar Sragen, Anton Lami Suhadi mengatakan proses pergantian ketua akan dilakukan melalui musyawarah daerah (Musda) yang dijadwalkan digelar tahun 2020 ini.

Meski DPD I Jateng sudah membuka keran Musda di beberapa daerah, ia mengisyaratkan untuk Sragen Musda ditargetkan digelar paling lambat Oktober mendatang.

Hal itu mengingat situasi di Sragen saat ini yang masih dalam suasana politik di masa transisi. Sejauh ini, memang belum ada kandidat yang benar-benar mencuat. Akan tetapi, dari hawa internal, ia menyebut setidaknya ada tiga kader pengurus harian yang potensial dan berpeluang maju menuju Musda.

Mereka masing-masing Ketua Fraksi Golkar, Sri Pambudi yang saat ini menjabat Sekretaris DPD II Golkar Sragen.

Kemudian Bendahara DPD II Golkar Sragen Pujono Elli Bayu Effendi yang saat ini juga menjabat Wakil Ketua DPRD Sragen.

Baca Juga :  Kaget Golkar Berbalik Haluan, Sekretaris Gerindra Jateng Akhirnya Angkat Bicara Soal Rekomendasi Gerindra di Pilkada Sragen. Begini Penjelasannya!

Serta Bambang Widjo Purwanto merupakan Ketua Harian DPD II Golkar Sragen. Mereka selain tercatat sebagai pengurus harian DPD II Golkar, juga sekaligus menjadi legislator di DPRD Sragen.

”Sementara yang potensi-potensi tiga nama itu lah. Tapi nanti kalau ada kandidat lain, ya belum tahu,” paparnya kepada wartawan, di DPD Golkar kemarin.

Anton Lami menguraikan untuk Ketua DPD Golkar nonaktif, Agus Fatchur Rahman, dipastikan sudah tidak bisa maju lagi.

Sebab yang bersangkutan sudah tiga kali menjabat sebagai Ketua DPD. Sesuai aturan, jabatan ketua maksimal tiga periode.

“Secara organisasi tidak bisa karena beliau sudah menjabat tiga kali. Kalau dua kali masih bisa ijin sana (DPP, red),” tuturnya.

Meski demikian, nantinya mantan Bupati Sragen itu tetap akan diberikan tempat di DPD. Hal itu mengingat di mata Golkar, Agus dinilai masih memiliki peran kuat dan berpengaruh.

Baca Juga :  Gawat, Terlanjur Naik Pesawat dan Tiba di Kalimantan, Pemuda asal Sragen Baru Ketahuan Swabnya Dinyatakan Positif Covid-19. Setelah Diswab Ulang Ternyata Hasilnya Mengejutkan!

”Harapan nanti ketua dewan penasehat atau gimana, tetap kita tempatkan di tempat terhormat. Beliau tokoh Sragen yang sangat berpengaruh,” terangnya.

Sementara, Sekretaris DPD I Partai Golkar Jawa Tengah, Juliyatmono menyampaikan prosedur penyelenggaran musda tingkat kabupaten sebenarnya dijadwalkan pada Juli-Agustus. Tapi masih ada toleransi kalau 31 Agustus belum selesai, maka bisa diperpanjang sampai 31 Desember.

“Jika lewat tenggat tersebut akan diambil alih DPD golkar provinsi jateng,” jelas Bupati Karanganyar itu.

Dia menyampaikan hasil kesepakatan musda se provinsi jateng hasil harus aklamasi. Langkah itu dilakukan untuk menyelamatkan Partai.

Khusus untuk Sragen, ia menyebut sebenarnya mantan Ketua DPD, Agus Fatchur Rahman telah mengirimkan surat pengajuan untuk dikembalikan lagi sebagai Ketua DPD pasca selesainya persoalan Kasda.

Akan tetapi karena surat permohonan itu masuk di rentang waktu memasuki Musda, maka sementara surat permohonan itu masih dalam kajian DPD.

“Tetap kita kaji dan pertimbangan karena surat itu masuk pas bersamaan dengan waktu memasuki Musda,” tandasnya. Wardoyo