JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sukoharjo

Terungkap, Ini Ternyata Dugaan Penyebab Kematian Remaja Gatak Sukoharjo Saat Latihan Silat

Rekontruksi latihan silat di Gatak Sukoharjo. Dok. Polres Sukoharjo
Rekontruksi latihan silat di Gatak Sukoharjo. Dok. Polres Sukoharjo

SUKOHARJO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Polres Sukoharjo menggelar rekonstruksi latihan silat yang berakhir dengan kematian remaja asal Desa Trangsan, Kecamatan Gatak, FA (15). Dalam rekonstruksi itu terungkap penyebab kematian remaja itu.

Melansir tribratanews, Jumat (17/7/2020), rekonstruksi digelar di Joglo Mapolres Sukoharjo. Rekontruksi digelar dengan menghadirkan 10 tersangka, tujuh di antaranya masih dibawah umur.

Kegiatan dimulai sekitar pukul 20.00 WIB dengan doa bersama. Dilanjutkan pemanasan seperti sit up, push up, hingga latihan pukulan dan tendangan.

Kemudian saat latihan pukulan dan tendangan, pelaku yang merupakan pelatih melakukan tendangan dan pukulan secara bergantian terhadap peserta latihan.

Baca Juga :  Kasus Terkonfirmasi Positif COVID-19 di Sukoharjo Kini Melampaui Angka 600, Pasien Meninggal Bertambah Satu Orang

Dalam rekontruksi terungkap pelaku melakukan pukulan dengan mengarahkan ke bagian dada remaja Gatak, Sukoharjo. Pelaku juga menghantamkan toya yang mengenai kepala bagian belakang korban. Hingga akhirnya korban jatuh tersungkur dan mengenai paving. Beberapa pelaku lantas membawa korban ke Puskesmas Gatak. Namun nyawa korban tak tertolong.

“Ternyata pelaku melakukan tendangan dan pukulan ke korban,” ujar Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho.

Dia menegaskan, dari adegan rekontruksi ini terlihat jelas penyebab kematian FA. Diduga karena pukulan toya hingga mengenai bagian belakang kepala korban. Kondisi inilah yang diduga membuat korban terjatuh hingga membentur paving.

Baca Juga :  Bikin Deg-degan, Hasil Pengundian Akhirnya Paslon EA Memperoleh Nomor Urut 1 Sedangkan Joswi Dapatkan Nomor Urut 2, Resmi Terpasang di APK 26 September Mulai Kampanye

Akibat kejadian ini para pelaku dikenakan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian hingga menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Namun lantaran sebagian pelaku masih berstatus di bawah umur, penanganan tetap dilakukan berdasarkan UU Perlindungan Anak.

Autopsi terhadap jasad korban latihan silat telah dilakukan di RSUD dr Moewardi Solo. Hasilnya menunjukkan ada benturan benda tumpul di bagian kepala. Aria