JOGLOSEMARNEWS.COM Panggung Artis

Via Vallen Ungkap Cerita Masa Kecilnya, Tak Akrab dengan Orangtua, Sempat Kabur saat Diajak Pindah ke Sidoarjo

Tangkapan layar video musik Via Vallen yang membawakan lagu How You Like That versi koplo. Foto: YouTube/Via Vallen Official

JOGLOSEMARNEWS.COM Siapa yang tidak kenal dengan Via Vallen, penyanyi dangdut papan atas Indonesia yang memiliki banyak penggemar.

Namun tentu tidak banyak orang yang mengetahui kisah masa kecil pemilik nama asli Maulidia Octavia ini.

Melalui akun Instagram miliknya, Via Vallen membagikan sedikit cerita masa kecilnya saat masih tinggal di Surabaya. Dia pun mengunggah sebuah foto bersama sejumlah anggota keluarga besarnya.

“Aku seneng akhir-akhir ini bisa sering ngabisin waktu sama keluarga ini,” tulis pelantun tembang ‘Sayang’ itu, Kamis (16/7/2020).

Via mengisahkan, semasa kecil dirinya tidak dekat dengan orangtuanya lantaran lebih banyak dirawat oleh sang nenek.

“Ada ceritanya, aku ngerasa masa kecilku emg ga begitu deket sama sosok orang tua, karena dari kecil aku udah dikekep terus sama almarhumah nenek (cucu kesayangan lah istilahnya),” tulis Via Vallen mengisahkan.

Setelah neneknya meninggal, Via yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar dititipkan ke keluarga kakak ibunya, karena orangtuanya hendak pindah ke Sidoarjo.

Selepas lulus SD, orangtua Via Vallen pun hendak menjemput dan mengajaknya ke Sidoarjo. Namun Via menolak dan memilih kabur.

“Tapi ketika almarhumah nenek meninggal tahun 1997, aku malah deketnya sama kakaknya mama, panggilannya mamatik (yg pakek kerudung hitam samping mamaku).”

“Fyi setelah nenekku meninggal, nggak lama orangtua pindah ke sidoarjo dan aku tetep stay di Surabaya karena nunggu lulusan SD.”

“Kelulusan SD pun tiba, orangtuaku jemput aku di Surabaya, tapi Via kecil malah kabur karena gak mau dibawa. Akhirnya pas ketemu bikin perjanjian, aku dibolehkan SMP di Surabaya tp pas SMA harus pindah ke Sidoarjo,” kata perempuan 28 tahun itu.

Lulus SMP, Via yang masih bersikukuh tak mau pindah ke Sidoarjo mencoba segala cara agar diizinkan tinggal di Surabaya.

Baca Juga :  Nunung Beserta Anak, Cucu, Menantu, dan Asistennya Dikonfirmasi Positif Covid-19. Ini Kata Keluarga: Ini Bukan Aib, Tidak Harus Ditutup-tutupi

“Singkat cerita waktu kelulusan SMP aku malah nekat ikut tes di beberapa SMA negeri di Surabaya, dengan harapan kalo keterima masih dibolehkan tinggal di Surabaya, dan aku keterima doong, di salah satu SMAN Surabaya.”

“Tapi orangtuaku gak ngijinin aku dan tetep bawa aku pindah ke Sidoarjo, sampe pada akhirnya ada tragedi tarik2an dan aku gandolan pintu karena sangking gak maunya dibawa pindah,” tulis pemilik tanggal lahir 1 Oktober 1991 itu.

Akibat dipaksa pindah ke Sidoarjo, Via mengaku sedih lantaran sempat menjadi jauh dari keluarga kakak ibunya di Surabaya. Namun kini dia senang karena bisa sering berkumpul dengan keluarga besarnya.

“Tapi sayangnya pas aku tinggal di Sidoarjo udh mulai agak jauh sama mamatik, karena ada kecemburuan sosial dr orang2 yg ngomporin orangtuaku biar benci sama keluarga ini.”

“Jadi aku membatasi diri demi menjaga perasaan orangtuaku, bahkan untuk memberi sesuatu ke mereka aja aku takut.”

“Tapi Alhamdulillah, waktu yg menjawab semuanya.
Masa itu sudah berlalu, aku bisa sering ngumpul sama mamatik sekeluarga lagi. Karena keluarga ini memang sudah ada sama aku jauhhh dr jaman aku masih susahh, jd bukan yg baru datang ketika aku seperti sekarang,” tukas Via Vallen.

View this post on Instagram

Aku seneng akhir2 ini bisa sering ngabisin waktu sama keluarga inii ๐Ÿ˜ Ada ceritanya, aku ngerasa masa kecilku emg ga begitu deket sama sosok orang tua Krn dr kecil aku udh di kekep terus sama alm nenek ( cucu kesayangan lah istilahnya ๐Ÿคช ) Tapi ketika alm nenek meninggal tahun 1997, aku malah deketnya sama kakaknya mama, panggilannya mamatik ( yg pakek kerudung hitam samping mamaku ) Fyi setelah nenekku meninggal, nggak lama orang tua pindah ke sidoarjo dan aku tetep stay di sby krn nunggu lulusan SD. Kelulusan SD pun tiba, orang tuaku jemput aku di sby, tapi Via kecil malah kabur krn gak mau di bawa ๐Ÿ˜… Akhirnya pas ketemu bikin perjanjian, aku dibolehkan SMP di sby tp pas SMA harus pindah ke sidoarjo Pokoknya selama SMP aku full tinggal sama mamatik, dr tidur, makan, minum, jajan ikut mamatik Singkat cerita waktu kelulusan SMP aku malah nekat ikut tes di beberapa SMA negeri di sby, dengan harapan kalo keterima masih di bolehkan tinggal di sby, dan aku keterima doong di salah satu SMAN Sby Tapi orang tuaku gak ngijinin aku dan tetep bawa aku pindah ke sidoarjo, sampe pada akhirnya ada tragedi tarik2an dan aku gandolan pintu krn sangking gak maunya di bawa pindah ๐Ÿ˜… Ya krn aku ngerasaa duekett banget sama mamatik, dan terlanjur cinta dengan suasana di kota surabaya. tapi sayangnya pas aku tinggal di sidoarjo udh mulai agak jauh sama mamatik, karena ada kecemburuan sosial dr orang2 yg ngomporin orangtuaku biar benci sama keluarga ini Jadi aku membatasi diri demi menjaga perasaan orangtuaku, bahkan untuk memberi sesuatu ke mereka aja aku takut Tapi Alhamdulillah, waktu yg menjawab semuanyaa Masa itu sudah berlaluu, aku bisa sering ngumpul sama mamatik sekeluarga lagii Karena keluarga ini memang sudah ada sama aku jauhhh dr jaman aku masih susahh, jd bukan yg baru datang ketika aku seperti sekarang ๐Ÿค #faktavv #sejarahhidup

A post shared by ๐“ฅ๐“ฒ๐“ช ๐“ฅ๐“ช๐“ต๐“ต๐“ฎ๐“ท (@viavallen) on