JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Bikin Merinding, Lokasi Korban Tewas Kecelakaan Maut di Pilangsari Sragen Dipenuhi Taburan Bunga. Serpihan Barang Milik Almarhum Juga Masih Berceceran

Taburan bunga mawar merah putih tampak menghiasi lokasi jasad korban kecelakaan maut di Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Sabtu (15/8/2020). Foto/Wardoyo
Taburan bunga mawar merah putih tampak menghiasi lokasi jasad korban kecelakaan maut di Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Sabtu (15/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan maut yang terjadi di ruas jalan raya Sukowati tepatnya di depan showroom Daihatsu wilayah Pilangsari, Ngrampal, Sragen, Jumat (14/8/2020) malam menyisakan kengerian.

Tak hanya kondisi motor yang remuk, kondisi jasad korban yang tewas pun juga banyak mengundang kepiluan.

Sehari pasca kejadian, lokasi jasad korban tewas itu juga menyita perhatian. Pasalnya ada taburan bunga memenuhi sekitaran lokasi jasad korban.

Pantauan JOGLOSEMARNEWS.COM , taburan bunga mawar merah dan putih menghiasi lokasi jasad Nurhuda Wijaya (21) asal Dukuh Cambor RT 15/07, Ngadirejo, Wonoasri, Madiun, Jatim, korban tewas dalam insiden itu.

Taburan bunga itu ada di sisi selatan jalan, tepat di tepi jalan yang merupakan titik terhempasnya jasad korban seusai digasak mobil kijang bernopol AD 8488 WN saat kejadian.

“Iya banyak bunga mawar di lokasi jasad korban. Mungkin dari keluarga almarhum atau dari warga yang menabur. Tahu-tahu tadi lewat sudah ada,” ujar Riyanto, salah satu pengendara yang melintasi lokasi kecelakaan, Sabtu (15/8/2020) siang.

Tak hanya bunga, beberapa serpihan barang milik korban juga masih berserakan di lokasi kejadian. Selain serpihan onderdil motor Honda Scoopy AE 4712 GQ yang remuk, ada pula serpihan keypad HP yang diduga milik korrban.

Baca Juga :  Kabar Baik, Pemkab Akhirnya Bolehkan Hajatan dan Campursari Tapi Hanya Siang Hari. Berikut Kesepakatan dan Aturan-aturan Hajatan Yang Sudah Disepakati!

Seperti diberitakan, pemuda asal Madiun itu tewas mengenaskan dalam kecelakaan melibatkan mobil Isuzu Panther AD 8488 WN yang dikemudikan Sarno (56) warga Bumiaji, Gondang, Sragen.

Menurut keterangan saksi mata, kecelakaan maut itu terjadi sekitar pukul 19.50 WIB.

Bermula ketika pengendara Isuzu Panther melaju dari barat ke timur sedangkan pengendara Honda Scoopy berjalan dari arah berlawanan atau dari rimur ke barat.

Situasi jalan dalam kondisi basah usai diguyur gerimis. Menjelang lokasi kejadian, pengemudi Isuzu Panther tancap gas untuk mendahului mobil tak dikenal di depannya.

Nahas karena kurang perhitungan, mobil justru terlalu ke kanan hingga memakan jalur lawan. Malang tak dapat ditolak, bersamaan itu dari lawan arah melaju motor Scoopy yang dikendarai Nurhuda.

Tabrakan hebat pun tak terhindarkan. Panther yang terlanjur kencang, menggasak motor scoopy sekuatnya. Benturan itu membuat motor ringsek dan pengendaranya terpental lalu terhantam mobil.

Motor warna merah itu hancur menjadi beberapa bagian. Pengendaranya meninggal di lokasi kejadian dengan kepala pecah dan tulang leher patah.

Baca Juga :  Tambah Lagi, 2 Warga Ngrampal Sragen Positif Terpapar Covid-19 Hari Ini. Jumlah Total Kasus Melonjak Jadi 485, Sudah 68 Warga Meninggal dari PP Hingga Positif

Sedangkan Panther penyok bagian depan kanan. Pengemudi Panther justru selamat dan hanya mengalami luka ringan.

Kasatlantas Polres Sragen AKP Sugiyanto membenarkan kejadian itu. Menurutnya satu korban tewas yakni pengendara motor dan meninggal di lokasi kejadian.

Saat ini mobil dan motor yang terlibat sudah diamankan di Mapolres untuk barang bukti. Kasus sudah ditangani oleh oleh penyidik.

“Kronologinya, pengemudi panther dari barat hendak mendahului mobil di depannya tapi terlalu ke kanan. Dari arah berlawanan melaju motor korban karena jarak sangat dekar, lalu panther menabrak sepeda motor,” paparnya.

Sementara, Kanit Laka Ipda Irwan Marfianto yang memimpin olah TKP mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika berkendara dalam situasi cuaca hujan atau jalanan basah.

Selain mengurangi kecepatan, jika mendahului kendaraan agar seyogianya memastikan situasi arus dari lawan arah benar-benar kosong dan memungkinkan untuk mendahului.

“Jangan memaksakan mendahului ketika situasi arus dari lawan arah tidak memungkinkan karena bisa berakibat fatal. Jadikan tertib berlalu lintas sebagai kebutuhan demi keselamatan bersama,” tandasnya. Wardoyo