JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah

Diduga Stres, Pasien Positif Covid-19 Lompat dari Lantai 12 Rumah Sakit di Medan

Ilustrasi positif virus covid-19

MEDAN, JOGLOSEMARNEWS.COM Seorang pasien positif Covid-19 di Medan dikabarkan tewas setelah melompat dari lantai 12 rumah sakit tempatnya dirawat.

Kuat dugaan tindakan itu dilakukan korban lantaran stres. Namun penyebab pasien tersebut mengalami stres tidak diketahui.

Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasah Tobing mengatakan, korban adalah pasien berjenis kelamin perempuan. Identitasnya berinisial MAH dan berusia 39 tahun. Korban melompat dari lantai 12 dan mendarat di lantai 6 rumah sakit.

“Seorang pasien positif Covid-19 melompat di Rumah Sakit Royal Prima. Peristiwanya terjadi sekitar pukul 12.12 WIB tadi,” kata Martuasah, Rabu (5/8/2020).

Insiden itu pertama kali diketahui saksi yang langsung melaporkan ke pihak sekuriti rumah sakit, selanjutnya diteruskan ke Polsek Medan Baru.

“Korban dirawat di ruang isolasi Covid-19. Anggota Ident Satrekrim Polrestabes Medan menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) lengkap untuk identifikasi korban. Olah TKP dibantu pihak rumah sakit,” terangnya.

Baca Juga :  Pulang dari Jakarta, Warga Miri Sragen Ketahuan Positif Covid-19 dan Dirawat di Rumah Sakit. Jumlah Kasus Positif Melonjak Jadi 514, Jumlah Warga Meninggal Sudah 68 Orang

Sementara disampaikan juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut, Aris Yudhariansyah, membenarkan peristiwa tersebut. Menurutnya, korban merupakan pasien positif Covid-19 yang sudah dirawat selama 11 hari di rumah sakit tersebut.

Dijelaskannya, pasien dirawat di dalam kamar yang memiliki jendela dengan jerjak. Dari jendela tersebut korban meloncat. Disinggung apakah korban memiliki gejala berat, Aris menduga tidak ada.

“Dia positif Covid-19. Kalau berat, berarti dia sembuh. Bagaimana orang sakit bisa lompat, buka jendela dan melompat,” sebutnya.

Aris juga mengaku belum mengetahui motif yang memicu pasien melompat. Kuat dugaan perempuan itu stres. Karena sepengetahuan Aris, pihak rumah sakit biasanya memberikan pendampingan psikologis bagi pasien yang stres.

Baca Juga :  52 Santri Positif Covid-19, Ponpes Nurul Hidayah Langsung Dilockdown. Tiga Jalan Masuk Diportal, Kapolres Terjun Beri Bantuan

“Pasti karena stres. Kita kurang tahu apa benar stres karena Covid-19 atau yang lain. Karena dia sudah 11 hari dirawat, tiga hari lagi selesai isolasi,” ujarnya menandaskan. Liputan 6

Kontak Bantuan

Bunuh diri bukan jawaban apalagi solusi dari semua permasalahan hidup yang seringkali menghimpit.

Bila Anda, teman, saudara, atau keluarga yang Anda kenal sedang mengalami masa sulit, dilanda depresi dan merasakan dorongan untuk bunuh diri, sangat disarankan menghubungi dokter kesehatan jiwa di fasilitas kesehatan (Puskesmas atau Rumah Sakit) terdekat.

Bisa juga mengunduh aplikasi Sahabatku: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.tldigital.sahabatku

Atau hubungi Call Center 24 jam Halo Kemenkes 1500-567 yang melayani berbagai pengaduan, permintaan, dan saran masyarakat.

Anda juga bisa mengirim pesan singkat ke 081281562620, faksimili (021) 5223002, 52921669, dan alamat surat elektronik (surel) [email protected]