JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Fantastis, Beredar Kabar Perputaran Uang Investasi Semut Rangrang CV MSB Sragen Disebut Capai Rp 101 Trilyun. Sebagian Mandeg di Tangan Sales, 7 Sales Dikabarkan Turut Ditahan di Polda

Ilustrasi uang banyak. Insert Sugiyono Dirut CB MSB. Foto kolase/Wardoyo

 

Ilustrasi uang banyak. Insert Sugiyono Dirut CB MSB. Foto kolase/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Penahanan Dirut CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang bergerak di bisnis investasi semut rangrang asal Sidoharjo, Sragen, Sugiyono (45), oleh Polda Jawa Tengah Senin (3/8/2020) lalu menggulirkan beragam spekulasi.

Sejak ditahan di Polda dan sejumlah dokumen serta asetnya disita Polda, beragam kabar pun mulai santer berembus soal kekayaan dan perputaran uang dari bisnis berkedok investasi kroto semut rangrang itu.

Kabar terkini, santer beredar kabar bahwa kasus yang ditangani Polda Jateng itu kini juga sudah sampai di Mabes Polri.

Data yang dihimpun JOGLOSEMARNEWS.COM dari berbagai sumber, dari pelacakan transaksi keuangan yang mengalir dari bisnis CV MSB disebut mencapai angka fantastis Rp 101 trilyun.

Kabar itu mulai santer beredar bersamaan dengan penahanan beberapa sales CV MSB oleh Polda Jateng. Data yang diperoleh JOGLOSEMARNEWS.COM , ada sekitar tujuh sales yang sementara sudah ditahan di Mapolda bersama Sugiyono.

“Iya, kabar yang kami dapat memang ada beberapa sales yang juga ikut diperiksa dan dibawa ke Polda. Kalau enggak salah sudah ada tujuh yang dibawa ke Polda. Karena indikasinya mereka juga ikut main dengan nahan uang dari mitra dan dijalankan sendiri. Ada kabar dari hasil pelacakan transaksi keuangan, uang yang mengalir dan beredar di bisnis CV MSB ini mencapai Rp 101 trilyun dan sebagian diantaranya tertahan di sales. Sales-sales itu nggak setor ke bosnya tapi disanggik sendiri,” ujar SR, salah satu tokoh asal Sidoharjo Sragen yang sejak awal memantau kasus CV MSB kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Minggu (23/8/2020).

Baca Juga :  Kuasa Hukum Bos Investasi Rangrang CV MSB Sragen Akui Tunggakan Yang Belum Dibayar ke Mitra Masih Rp 1,5 Trilyun. Perputaran Uangnya Capai Rp 101 Trilyun?

Saat ini, tim Polda Jateng dikabarkan masih terus mengintensifkan pemeriksaan terhadap saksi, korban maupun sales-sales yang diduga turut bermain dalam pusaran setoran dari mitra.

“Salesnya rata-rata juga saudaranya Pak Giyono sendiri. Nah, mereka sebagian itu juga nyari mitra tapi uangnya nggak disetorkan ke CV. Tapi disanggik sendiri dan diputar. Jumlahnya juga trilyunan,” terangnya.

Terpisah, istri Sugiyono, NR (40) saat dijumpai di rumahnya, mengaku sama sekali tidak mengetahui seluk beluk bisnis suaminya.

Ia juga mengaku tidak mengetahui aliran uang, aset dan total uang dari para mitra.

“Saya nggak tahu menahu soal bisnisnya Bapak. Saya hanya ngurus rumah tangga, tiap bulan dijatah uang belanja, sudah itu saja. Soal bisnisnya itu saya nggak tahu dan itu urusan Bapak,” kata dia.

Kabar soal nilai perputaran uang yang mencapai puluhan bahkan menembus Rp 101 trilyun itu agaknya selaras dengan apa yang pernah dilontarkan Sugiyono pada Juni 2019 ketika awal-awal bisnisnya mulai didera masalah dan gagal bayar ke mitra.

Saat itu, Sugiyono sempat merilis sudah bekerjasama dengan sekitar 6.000 mitra yang tersebar di berbagai wilayah di Sragen dan sekitarnya dengan perputaran uang perbulan mencapai Rp 2- 7 trilyun.

Baca Juga :  Viral, Beredar Video Mesum Sepasang ABG Bercumbu Sengak Sengok di Alun-alun Sragen. Netizen Sebut Angel Wis Angel Tenan..

Perputaran uang dari bisnis semut rangrang CV Mitra Sukses Bersama (MSB) yang berpusat di Taraman, Sidoharjo, Sragen ternyata sangat fantastis.

Dari pengakuan Direktur CV Mitra Sukses Bersama (MSB) Sragen, Sugiyono, dalam setahun perusahannya
itu membayar hampir Rp 2 trilyun ke mitra.

“Dalam 5 tahun, kami membayar hampir Rp 7 trilyun lebih. Setahun terakhir, kami bayar ke mitra hampir Rp 2 trilyun perbulan. Itu adalah dari cashflow dari bisnis-bisnis pengamanan kami baik cripto currency maupun trading,” katanya.

Atas besarnya pembayaran itulah, Sugiyono mengaku untuk penyelesaian masalah sejak dihentikannya operasional, pihaknya butuh waktu dan penjadwalan ulang untuk pembayaran.

Ia mengaku harus mengatur, memperbaiki bahkan menciptakan cashflow baru dari bisnis yang ia kelola.
Hal itu untuk memastikan agar seluruh mitra bisa tetap terbayar.

“Saya selaku penanggungjawab akan berusaha maksimal untuk menyelesaikan sesusai jadwal yang kami sampaikan,” katanya.

Mantan Sekdes Taraman yang pernah dibui karena kasus penipuan arisan motor beberapa tahun silam itu mengklaim penghentian produksi tidak akan merugian mitra lama.

Karena mereka mayoritas sudah menikmati hasil. Namun bagi mitra yang baru dimungkinkan memang terpukul.

“Tapi dirugikan atau tidak, manajemen sudah memberikan jadwal pembayaran yang harus kami bayar. Yang kami bayar tidak hanya modal tapi sesuai janji yaitu Rp 2,2 juta per paket,” tandasnya. Wardoyo