JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Gawat, Ada Klaster Penyebaran Covid-19 dari Main Badminton di Karanganyar. Bupati Sebut Sehari Ada 14 Yang Positif dan Tambahan 8 dari Tracing!

Ilustrasi bermain bulutangkis. Foto/Wardoyo
Ilustrasi bermain bulutangkis. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Bupati Karanganyar, Juliyatmono mengumumkan Kabupaten Karanganyar kembali masuk zona merah covid-19.

Lonjakan signifikan kasus positif covid-19 di Bumi Intanpari dalam sepekan terakhir menjadi alasan Karanganyar kembali masuk dalam zona berbahaya alias zona merah.

Hal itu disampaikan bupati kepada wartawan, di ruang kerjanya kemarin. Ia mengungkapkan menilik perkembangan terakhir, dalam minggu ini jumlah pasien positif covid-19 Karanganyar melonjak cukup tajam.

Menurutnya angka penderita naik drastis di luar perkiraan menjadi 78 orang terkonfirmasi covid-19.

Kemudian ada  lebih 32 orang suspect, sehingga menurut aturan dan parameter nasional, hal itu membuat Karanganyar masuk dalam kriteria zona merah.

“Kondisi Karanganyar sebenarnya kemarin sudah bagus, dengan jumlah terkonfirmasi covid-19 tinggal 12 orang. Itu pun sudah mulai bagus. Tapi ternyata hari-hari selanjutnya dengan cepat berubah. Jumlah penderita meningkat drastis,” papar bupati, Senin (24/8/2020).

Baca Juga :  Selamat, 120 Kelompok Usaha di Karanganyar Dapat Gelontoran Bantuan Rp 20 Jutaan. Kadinas Pesan Jangan Disalahgunakan!

Bupati juga mengungkapkan keprihatinannya akan penyebaran covid-19 dengan munculnya klaster baru dari gedung badminton di Desa Gaum. Di mana dalam sehari, ada 14 warga yang positif gegara bermain bulutangkis di gedung itu.

“Sehari saja ada klaster pemain badminton di Gaum mencapai 14 orang dan 8 orang tambahan hasil tracing,” terangnya.

Bupati menyebut ada 15 item yang dipakai untuk menentukan zona dan itu tidak sembarangan.

Misalnya harus ada penurunan seminggu ada 40 % jumlah terkonfirmasi covid, penurunan umlah kematian, jumlah suspect, dan lainnya.

Sedangkan Karanganyar posisi minggu ini justru naik tajam hampir dua kali lipat.

“Tidak turun malah naik. Karena itu saya tidak mau mengambil reesiko untuk anak-anak sekolah dan memaksakan mereka masuk sekolah dengan resiko terjangkit covid baru. Ada klaster anak-anak sekolah. Jadi lebih baik seluruh persiapan kita batalkan,’’ kata Yuli.

Baca Juga :  Kunjungi Karanganyar, Wakil Gubernur Taj Yasin Ungkap Pemicu Mengapa Jumlah Kematian Pasien Positif Covid-19 di Jateng Melonjak Tajam!

Berdasarkan data terbaru yang dirilis hingga Senin (24/8/2020) petang, jumlah kasus positif covid-19 total mencapai angka 271.

Dari jumlah itu, 79 orang masih dirawat, 182 sembuh dan 10 meninggal dunia.
Kemudian untuk kategori suspek covid-19 mencapai angka 1.653 pasien.

Dari jumlah itu, 1.599 orang dinyatakan selesai pantauan, 15 orang masih dirawat dan 10 orang meninggal dunia.

Kemudian dari kategori kontak erat ada 205 warga yang terlacak dalam kontak erat dengan pasien positif. Di sisi lain, jumlah warga yang meninggal dunia total tercatat mencapai 50 orang.

Rinciannya 10 warga meninggal dengan status positif covid-19, 39 warga meninggal dengan status suspek covid-19 dan satu warga meninggal dalam status probabel. Wardoyo