JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Hasto: Sebagai Pemenang Pemilu, PDIP Paling Sedikit Tempatkan Kader di Jabatan Strategis

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto berbicara kepada wartawan usai membuka acara lokakarya di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin ( 9/7/ 2018) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM  -Sebagai partai pemenang Pemilu, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menempatkan jumlah kader di posisi strategis paling sedikit.

Hal itu diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal PDIP, Hasto Kristiyanto. Dia menyebut kader partainya paling sedikit mendapat jatah komisaris di BUMN.

“Dalam penempatan jabatan strategis sebagai komisaris misalnya, jumlah kader PDIP paling sedikit dibanding partai lain,” ujar Hasto lewat keterangan tertulis, Senin (3/8/2020).

Menurut Hasto, partai pemenang Pemilu perlu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis sebagai bagian dari tugas partai untuk kaderisasi kepemimpinan.

Baca Juga :  Terjerat Kasus Korupsi dan Ditangkap KPK, Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah Ternyata Punya Kekayaan Lebih dari Rp51 Miliar

Tidak hanya di jajaran komisaris BUMN, melainkan di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Partai yang menang Pemilu, di manapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis,” ujar Hasto.

Catatan Tempo, beberapa kader PDIP yang menjadi komisaris BUMN yakni; Arief Budimanta sebagai Komisaris di PT Bank Mandiri Tbk (Persero); Dwi Ria Latifa sebagai Komisaris PT Bank BRI (Persero); dan Basuki Tjahaja Purnama Komisaris Utama PT Pertamina (Persero).

Kendati demikian, Hasto Kristiyanto mengatakan partainya tetap menerima hal tersebut.

Baca Juga :  Survei LSI: Elektabilitas Prabowo Tertinggi, Ungguli Ganjar dan Anies, Muncul Nama Ahok

“Keputusan otoritas Menteri kami terima, dan hal tersebut sebagai daya pemacu untuk terus tingkatkan kualitas kader,” ujarnya.

Menurut Hasto, partai pemenang Pemilu perlu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis sebagai bagian dari tugas partai melakukan kaderisasi kepemimpinan.

Tidak hanya di jajaran komisaris BUMN, melainkan di tingkat RT, RW, Desa, Kecamatan, Kabupaten Kota, Provinsi, hingga tingkat nasional dan bahkan internasional.

“Partai yang menang Pemilu, dimanapun tradisi demokrasi di seluruh dunia, maka partai lalu menempatkan kader-kadernya pada jabatan strategis,” ujar Hasto.

www.tempo.co