JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Innalillahi, Tambah Lagi Korban Meninggal Suspek Covid-19 di Sragen. Berasal dari Gemolong, Dirawat di RS Solo, Jadi Korban Meninggal ke- 39

Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/Humas Polda
Ilustrasi pemakaman protokol covid-19. Foto/Humas Polda

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kabar duka terkait corona virus atau covid-19 kembali menghampiri Sragen. Satu lagi kasus kematian terjadi hari ini, Senin (10/8/2020).

Seorang pasien suspek covid-19 dilaporkan meninggal dunia. Pasien tersebut diketahui berasal dari Kecamatan Gemolong.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto mengatakan satu pasien suspek yang meninggal hari ini berasal dari Kecamatan Gemolong.

Pasien tersebut berinisial S berisia 51 tahun. Menurutnya, pasien itu meninggal setelah menjalani perawatan intensif di RS Kasih Ibu Solo.

“Inisialnya S umur 51 tahun asal Gemolong,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (10/8/2020) petang.

Baca Juga :  Sragen Berduka, Ustadz Muda Habib MA Pimpinan Ponpes El Nusa Shobo Guno Meninggal Dunia Positif Terpapar Covid-19. Pemakaman di Ponpes, Tetap Dimakamkan Sesuai Protokol Covid-19

Pasien meninggal suspek itu sebelumnya sempat dirawat di RS Kasih Ibu Solo. Hargiyanto menguraikan dari riwayatnya, yang bersangkutan memiliki penyakit penyerta yakni diabetes melitus dan hipertensi.

Karena statusnya suspek, maka pemakaman tetap diterapkan sesuai protokol covid-19. Yakni pemakaman dilakukan oleh petugas berpakaian APD lengkap dan jenazah dari rumah sakit langsung dimakamkan ke pemakaman tanpa disemayamkan di rumah duka.

Sementara, berdasarkan catatan JOGLOSEMARNEWS.COM dari data Gugus Tugas, hingga kini total kematian terkait covid-19 di Sragen sudah mencapai 39 orang.

Rinciannya, 5 pasien positif, satu pasien positif dan sembuh asal Sribit Sidoharjo, 31 suspek, satu ODP dan satu PP.

Baca Juga :  Tambah Satu Kakek 80 Tahun Positif dan 3 Meninggal Dunia, Angka Kasus Covid-19 Sragen Melaju di Angka 467. Total Sudah 65 Warga Meninggal Dunia

Dari 31 PDP atau suspek meninggal itu masing-masing dua dari Sragen Kota, dua dari Sidoharjo, satu dari Celep Kedawung, tiga dari Mondokan, dua warga dari Sambirejo, tiga dari Sambungmacan, dua dari Sumberlawang, dan satu dari Plupuh.

Kemudian empat lagi suspek atau PDP asal Kecamatan Kedawung, dua dari Tanon, dua dari Karangmalang, tiga dari Gemolong dan satu dari Gondang.

Lantas ada satu balita PP meninggal dari Desa Kedawung Kecamatan Kedawung dan satu ODP asal Jati Sumberlawang. Wardoyo