JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Jelita Azzahra Putri, Putri Duta Lawu 2020: Ingatkan Pemkab Karanganyar Agar Serius Bangkitkan Wisata Tujuh Mata Air Pablengan Jadi Ikon Wisata Nasional

Jelita Azzahra Putri (kanan) bersama ayahnya, Rober Christanto (tengah). Foto Dok
Jelita Azzahra Putri (kanan) bersama ayahnya, Rober Christanto (tengah). Foto Dok

KARANGANYAR,JOGLOSEMARNEWS.COM -Terpilih sebagai Juara Dua Putri Duta Lawu 2020, sosok cewek muda belia bernama Jelita Azzahra Putri ini ternyata juga punya kepedulian yang besar terhadap wisata di Karanganyar.

Ide dan gagasan Jelita -demikian panggilan akrabnya- boleh dikata membuat semua pihak simpatik karena idenya berasal dari anak yang masih remaja. Jelita menyodorkan konsepnya mengembangkan obyek wisata Tirta Sapta Pablengan, Matesih, Karanganyar bisa dikelola dengan maksimal sehingga bisa menjadi salah satu ikon wisata nasional.

Lantas apa alasannya?. Menurutnya  obyek wisata Pablengan itu termasuk obyek wisata yang tergolong unik dan langka. Karena di dalamnya terdapat tujuh mata air ajaib. Dalam ritual jawa, tujuh mata air dari tujuh sumber yang berbeda-beda identik disebut proses membersihkan jiwa dari segala hal buruk kehidupan. “Dengan begitu diyakini mandi dengan menggunakan tujuh mata air disertai niat bersihkan jiwa maka diharapkan akan bersih untuk start awal ritual selanjutnya menuju kesempurnaan diri. Itulah filosofi unik dari obyek wisata ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

Semua potensi itu ada di obyek wisata Pablengan dengan tujuh mata air asli alam. “Namun naas potensi Sumber Daya Alam SDA itu belum bisa menyadarkan daerah untuk menyulapnya agar bisa meyakinkan pelaku wisata bahwa ada obyek wisata di Karanganyar berpotensi dan bertaraf  Nasional tapi belum tergarap dengan baik,” kata Jelita.

Padahal terlepas dari sisi ritual, lanjut Jelita, SDA tujuh mata air di obyek wisata Pablengan sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh terutama yang punya masalah dengan kulit. Untuk  masalah tersebut tujuh mata air Pablengan sangat mujarab mengatasi secara alami hanya dengan rajin mandi di obyek wisata tersebut.

 

Jelita

 

Menurut Jelita, sampai sekarang penggarapan obyek wisata Pablengan sangat jauh panggang dari api sehingga wajar yang terjadi dari dulu sampai sekarang Pablengan terkesan liar tak terurus jauh dari keindahan alam meskipun sebenarnya alam sekitarnya sangat indah. “Terus terang kami fokus akan menggarap potensi tersebut agar Pablengan bisa besar tentu konsep akan kami ajukan pada Pemkab Karanganyar yang men-support,” ujarnya.

Baca Juga :  Hasil Swab Berubah-Ubah, Keluarga Pak RT Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Diminta Isolasi Mandiri Dulu. Hikmah Positifnya, Kades Sebut Warga Makin Waspada dan Perketat Protokol Kesehatan!

Dijelaskan Jelita, konsepnya menata, membangun hingga mempromosikan obyek wisata Pablengan tentu saja membutuhkan anggaran terutama sektor pembangunan. Sedangkan untuk sektor promosi akan dilakukan dengan banyak cara apalagi sekarang era digital.

“Kita petakan dulu untuk tiga sektor itu tapi yang jelas untuk promosi bisa dimulai dengan membuat Vlog ataupun lewat Youtube menampilkan potensi-potensi dahsyat obyek wisata Pablengan,” ungkapnya.

Lebih lanjut Jelita yang juga anak dari Wakil Bupati Karanganyar Rober Christanto itu mengatakan, jika obyek wisata Pablengan benar-benar mendapat respon pemerintah untuk ditata dengan baik maka diyakini bisa menjadi idola.

Dengan begitu bukan hanya obyek wisata Tawangamangu yang sudah dikenal tetapi Tirta Sapta Pablengan bisa mendapatkan tempat sebagai destinasi wisata nasional. “Kami meyakini Insya Allah jika semua digarap dengan baik maksimal akan mendatangkan manfaat besar,” tandasnya. (Beni Indra)