JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Baik Obyek Wisata Gunung Kemukus Sragen Kembali Dibuka. Namun Pengunjung Diminta Patuhi Protokol dan Syarat Ini!

Petugas membersihkan tembok di kompleks makam Pangeran Samudera Gunung Kemukus. Foto/Wardoyo
Petugas membersihkan tembok di kompleks makam Pangeran Samudera Gunung Kemukus. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sempat ditutup gegara pandemi covid-19, obyek wisata ritual religi Makam Pangeran Samudera atau Gunung Kemukus akhirnya sudah mulai dibuka.

Obyek wisata yang kini berbenah untuk melepaskan dari label wisata beraroma esek-esek itu, mulai dibuka sejak New Normal sebulan lalu.

Penanggungjawab obyek wisata (PJO) Gunung Kemukus, Marcellus Suparno mengatakan sebenarnya Gunung Kemukus sudah mulai dibuka sejak new normal diberlakukan di Sragen.

Sebagai konsekuensinya, pihaknya memperketat penerapan protokol kesehatan bagi semua. Baik itu petugas, warga maupun pengunjung yang ada di lokasi obyek wisata.

Baca Juga :  Tambah Lagi 9 Warga Positif Hari Ini, Jumlah Total Kasus Covid-19 Sragen Meroket Jadi 419. Sebanyak 780 Warga Terdeteksi Kontak Erat, Sudah 58 Meninggal Dunia

“Sudah dari new normal kemarin kita buka. Tetap dengan protokol kesehatan,” paparnya, Minggu (9/8/2020).

Suparno menguraikan mengingat masih masa pandemi, semua pengunjung diwajibkan mengenakan masker. Kemudian cuci tangan yang sudah disediakan tempat cuci tangan di empat titik.

M. Suparno. Foto/Wardoyo

Lantas social distancing diterapkan dengan membuat jarak pada pengunjung yang antri maupun hendak berziarah ke makam. Yakni ada jeda antar antrian yang ditandai dengan tanda silang atau dilarang diduduki.

Baca Juga :  Duh Gusti, Meledak Lagi Tambah 19 Positif Hari Ini, Total Kasus Covid-19 Sragen Melonjak Jadi 452. Kontak Erat Tercatat 644 Orang, Sudah 59 Warga Meninggal Dunia

“Sejauh ini, semua bisa tertib. Kami dari petugas juga selalu menyosialisasikan dan memberi imbauan,” terangnya.

Ditambahkan, selama pandemi berlangsung, jumlah pengunjung obyek wisata di Desa Pendem Sumberlawang ini memang menurun drastis hingga 50 persen.

Untuk pengunjung harian rata-rata hanya 20-30 orang sedangkan malam jumat biasa antara 75 sampai 100 orang.

“Jumat pon sekitar 300-500 pengunjung. Padahal kalau normal, bisa ribuan pengunjung,” tandasnya. Wardoyo