JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kades Tegaldowo Gemolong Sragen Dinyatakan Positif Terpapar Covid-19. Dirawat di RS PKU Solo, DKK Segera Lakukan Tracking

Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi positif covid-19. Foto/Pixabay

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen makin meningkat. Sebanyak lima orang warga Sabtu (1/8/2020) dilaporkan positif terpapar covid-19.

Ironisnya, satu dari lima orang itu diketahui menjabat Kepala Desa. Kades tersebut berdomisili di Desa Tegaldowo, Kecamatan Gemolong.

Sang Kades diketahui berinisial S (57) dan saat ini dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo.

“Iya benar, ada satu Kades di Gemolong yang terkonfirmasi positif Covid-19. Yang bersangkutan dirawat di RS PKU Muhammadiyah Solo,” papar Kepala DKK Sragen, Hargiyanto, Sabtu (1/8/2020).

Baca Juga :  Kabar Baik, 3 Warga Sragen Positif Covid-19 Kembali Dinyatakan Sembuh. Total Sudah 60 Pasien Sembuh, Tinggal 23 Pasien Dirawat, 3 Meninggal Dunia

Hargiyanto menguraikan terkait hal itu, pihaknya akan melalukan tracking terkait riwayat kontak sang Kades sebelum ketahuan positif. Saat ditanya apakah pelayanan di balai desa akan ditutup, menurutnya masih menunggu hasil tracking.

Kades Tegaldowo dinyatakan positif setelah hasil swab hari ini keluar dan menunjukkan tanda positif. Ia masuk daftar positif bersama empat warga lain yang juga dinyatakan positif terpapar covid-19 hari ini.

Mereka di antaranya Ny W (65) asal Kalijambe, P (47) dari Sukodono, AS (32) asal Masaran dan UZ (32) dari Tanon. Dua pasien pertama itu bahkan meninggal dunia dengan status positif terpapar Covid-19.

Baca Juga :  Ada Pondok Sehat di Gedung PGRI Wonogiri Ternyata Untuk Isolasi Pasien Positif COVID-19

“Hari ini ada penambahan 5 kasus positif. Persebarannya ada di lima kecamatan Masaran, Gemolong, Tanon, Kalijambe dan Sukodono,” papar Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto, Sabtu (1/7/2020).

Tatag yang juga Sekda Sragen itu berharap warga tak panik dan tetap waspada serta tetap melakukan pola hidup bersih sehat (PHBS), rajin cuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan Physical Distancing. Wardoyo