JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Kasus Positif Covid-19 Terus Bertambah, Ketersediaan Tempat Tidur Rumah Sakit untuk Pasien Corona Masih Aman

Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito. Foto: Dok BPNB/M Arfari Dwiatmodjo

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM Jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia terus bertambah setiap harinya. Bahkan, diprediksi masih akan meningkat di bulan September. Hal ini memunculkan kekhawatiran akan ketersediaan tempat tidur rumah sakit untuk pasien Covid-19.

Menanggapi hal itu, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito meyakinkan jika rumah sakit di Indonesia masih mampu menampung jumlah pasien Covid-19.

“Perlu kami sampaikan bahwa sekarang ini, kapasitas Bed Occupancy Rate (BOR) sekitar 66 persen untuk rumah sakit. Dan itu rata-rata yang aman adalah 60 sampai 80 persen, yang dihitung per bulan,” ujar Wiku, dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan, Kamis (13/8/2020).

Baca Juga :  Blog G Kompleks Balaikota DKI Ditutup 3 Hari Karena 2 Pejabat Positif Covid-19

“Artinya, masih ada buffer (kelebihan) sekitar 14 persen menuju 80 persen. Tentunya, ini adalah BOR rumah sakit dengan bed-bed khusus untuk pasien COVID-19,” tambahnya.

Wiku melanjutkan, meskipun nantinya jumlah pasien Covid-19 meningkat hingga kapasitas tempat tidur sudah penuh. Maka, ada rumah sakit lainnya yang bisa disiapkan untuk menangani Covid-19 dengan persiapan-persiapan yang matang.

“Jadi, pada saat ini kondisinya masih terkendali (tempat tidur). Pemerintah tetap memerhatikan kondisi ini dengan adanya potensi peningkatan kasus. Tentunya, kami juga memohon kepada masyarakat agar tetap menjaga, jangan sampai tidak menjalankan protokol kesehatan,” lanjut Wiku.

Baca Juga :  Terus Meroket, Kasus Positif Covid-19 Karanganyar Tambah Jadi 362. Sebanyak 90 Pasien Dirawat, Jumlah Meninggal Sudah Mencapai 64 Orang

“Segera lapor bila ada gejala-gejala Covid-19 dan lapor kepada fasilitas kesehatan, sehingga dapat ditangani lebih awal dan bisa melakukan isolasi mandiri. Ini pun supaya tidak menyebabkan penuhnya rumah sakit. Rumah sakit hanya untuk menangani kasus-kasus yang perlu penanganan di rumah sakit,” ujarnya menegaskan. Liputan 6