JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kecelakaan Maut Kemuning Karanganyar, Kasatlantas Ungkap Pendaki Yang Tewas Ternyata Tak Kenakan Sabuk Pengaman. Sopirnya Dalam Kondisi Begini!

Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa
Petugas gabungan saat mengevakuasi minibus yang kecelakaan di Kemungking, Ngargoyoso , Karanganyar. Foto/Istimewa

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kecelakaan minibus pengangkut belasan pendaki Lawu di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) malam menyisakan fakta baru.

Sopir minibus bernama Akhmad Khuzaidin (33), warga Dukuh Krajan Selatan, Desa Pakem, Kecamatan Gebang, Purworejo itu ditahan untuk menjalani pemeriksaan atas insiden yang menewaskan satu orang dan dua luka itu.

Korban meninggal bernama Sri Miyana (19), warga Kampung Pedurinan, Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi. Remaja itu  diketahui duduk di sebelah sopir sempat terjepit badan minibus.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi melalui Kasat Lantas AKP Maulana Ozar mengungkap korban meninggal ternyata tidak mengenakan sabuk pengaman.

Akibatnya saat kecelakaan, korban terlempar ke depan dan sempat terjepit bodi mobil.

“Korban kan tidak memakai seatbelt, kalau dia pakai dia tidak akan terlempar. Sopir juga tidak memastikan penumpang tidak memakai sabuk pengaman,” terangnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Kamis (13/8/2020).

Baca Juga :  Gagal Usung Calon, Kader dan Simpatisan PKS di Sragen Dihimbau Tetap Konsisten Taati Keputusan Abstain pada Pilkada

AKP Maulana juga mengungkap kemungkinan sopir tidak menguasai medan. Lokasi kecelakaan memang merupakan turunan tajam yang berkelok sedangkan pengemudi berasal dari Purwokerto yang ditengarai belum begitu menguasai medan kejadian.

“Apalagi dia tidak menguasai medan, medannya turunan seperti itu. Kalau memang pecah ban, kita dalami apakah memang bannya masih layak, kalau tidak layak berarti memang kesalahan mutlak sopir,” tegasnya.

Menurut Kasat, tim masih mendalami dugaan kecelakaan yang menewaskan seorang pendaki ini merupakan kelalaian sopir atau ada sebab lain.

Saat ini minibus sudah diamankan di Mapolres sebagai barang bukti. Seperti diberitakan, minibus yang membawa rombongan pendaki gunung itu mengalami kecelakaan di Dukuh Secepit, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar, Minggu (9/8/2020) malam.

Data yang dihimpun di lapangan, minibus malang itu diketahui bernopol B 7535 KDA. Bus diketahui membawa 17 penumpang yang barusaja selesai mendaki gunung Lawu.

Baca Juga :  Mengaku Sempat Tersiksa, Keluarga Ketua RT di Buran Karanganyar Yang Positif Covid-19 Akhirnya Bisa Bernafas Lega Usai Hasil Tes Swab Negatif. Langsung Siapkan Syukuran Setelah Operasi Patah Tulang Selesai

Mereka mayoritas diketahui berasal dari Jakarta dan Jawa Barat. Kecelakaan terjadi sekira pukul 20.50 WIB.

Kades Kemuning, Widadi Nur Widyoko mengatakan kronologi  kecelakaan terjadi saat minibus itu barusaja menjemput rombongan pendaki asal Jakarta dan Jabar.

Mereka barusaja selesai melakukan pendakian Gunung Lawu via jalur pendakian Candi Cetho.

“Di dalam bus mengangkut 17 pendaki yang berasal dari wilayah Jakarta dan Jawa Barat. Sesampai di Dukuh Secepit, sopir diberitahu salah satu penumpang jika ban belakang sebelah kiri kempes,” paparnya kepada wartawan, Minggu (9/8/2020) malam.

Kondisi jalanan di lokasi kejadian memang berupa turunan. Diduga karwna hilang kendali, minibus kemudian melaju agak kencang.

Sopir sempat berusaha mengerem namun mobil tidak berhenti. Pengemudi mobil berusaha banting setir ke kiri.

“Tapi bus malah mengenai tebing lalu masuk selokan dan baru berhenti setelah menabrak tebing lagi,” urainya.Wardoyo