JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Solo

Konsisten Dukung Hutomo Mandala Putra, Berkarya Jateng Siapkan Sanksi Tegas untuk Kader Membelot

Jajaran pengurus partai Berkarya Jateng, tetap mendukung kepemimpinan Hutomo Mandala Putra. Foto: Triawati PP

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM — DPW Berkarya Provinsi Jateng menyiapkan sanksi tegas bagi kadernya yang membelot. Sampai saat ini, DPW Berkarya Jateng sendiri masih solid mendukung komando Ketua Umum Hutomo Mandala Putra (HMP) yang akrab disapa Tomi.

Ketua DPW Jateng, Soewito menegaskan hal itu terkait munculnya dualisme kepengurusan Berkarya yang melawan HMP.

“Berdasarkan Keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Berkarya Nomor SK-106/DPP/BERKARYA/VII/2020 tanggal 9 Juli 2020 tentang Pemberhentian Sebagai Pengurus dan Anggota Partai Berkarya, disebutkan partai akan memberhentikan secara tetap status keanggotaan bagi mereka yang hadir maupun mendukung Musyawarah Luar Biasa (Munaslub),” tandasnya, Senin (10/8/2020).

Baca Juga :  Hadirkan Paslon Gibran-Teguh dan Bagyo- Suparjo, Tokoh Lintas Agama di Solo Deklarasikan Pilkada Damai dan Sehat. Bawaslu Ingatkan Paslon dan Tim Sukses Kedepankan Protokol Kesehatan!

Dalam gelaran Munaslub tersebut ditetapkan Muchdi Pr sebagai Ketua Umum menggantikan HMP.

“Sikap kami tegas, yakni tetap mendukung Bapak Hutomo Mandala Putra. Selanjutnya kami menolak gelaran Munaslub yang menurut kami inskonstitusional. Jika ada yang mendukung pihak lain yang mengatasnamakan Partai Berkarya maka dengan tegas akan kita pecat,” imbuh Soewito.

Soewito menambahkan, seluruh kader dan pengurus diminta untuk menunggu keputusan Ketua Umum HMP. DPW secara resmi tidak akan menggelar kegiagan hingga kasus ini selesai.

Baca Juga :  Sepekan Petugas Gabungan Jaring 283 Pelanggar Protokol Kesehatan di Solo, Tidak Ada yang Melanggar Lebih Sekali

“Saat ini beliau HMP sedang menempuh jalur hukum yang konstitusional. Kita tunggu saja instruksi dari beliau langsung,” tukasnya.

Di sisi lain, Wakil Bendahara Umum DPP Partai Berkarya Purwanto Yudhonagoro mengimbuhkan, partainya tidak memungkiri jika ada sebagian kecil pengurus tingkat kabupaten/ kota membelot.

“Kami menilai itu semua sebagai dinamika politik. Yang jelas roda organisas partai selalu hidup di tengah masyarakat,” ujarnya. Prihatsari