JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Ledakan Covid-19 di RSUD Sragen, Selain Tenaga Kesehatan, Ternyata Ada Security, Petugas Pendorong hingga Cleaning Service Yang Juga Terkonfirmasi Positif. Dirut Pastikan Semua Sudah Diisolasi di Bangsal Teratai

Dirut RSUD dr Didik Haryanto didampingi Wadir saat memberikan penjelasan terkait covid-19 di RSUD Sragen, Selasa (18/8/2020). Foto/Wardoyo
Dirut RSUD dr Didik Haryanto didampingi Wadir saat memberikan penjelasan terkait covid-19 di RSUD Sragen, Selasa (18/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Temuan kasus konfirmasi positif covid-19 di RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen Senin (17/8/2020) akhirnya terpapar jelas.

Manajemen RSUD milik Pemkab Sragen itu menyampaikan total ada 19 orang tenaga medis dan petugas di RSUD yang terkonfirmasi positif. Selain tenaga kesehatan (nakes), ternyata ada juga satpam, cleaning service (CS) yang terpapar covid-19.

Dirut RSUD dr Soehadi Prijonegoro Sragen, Didik Haryanto didampingi Wadir Udayani dan Joko Haryono, mengatakan dari hasil swab yang diterima dari RSUD Moewardi Solo, Senin (17/8/2020), total ada 19 orang petugas di RSUD Sragen yang terkonfirmasi.

Dari 19 itu, ada 13 tenaga medis, kemudian dua orang cleaning service, satu security, satu petugas pendorong, satu administrator dan satu residen.

“Kemudian setelah itu, kemarin siang itu juga kita rapatkan direksi dengan tim covid RSUD. Ada PPI, ada pelayanan maka kami ambil beberapa keputusan. Di antaranya untuk Nakes yang positif, diisolasi kita tempatkan semua di bangsal teratai. Sebelum isolasi kami lakukan pemeriksaan lab dan rontgen thorax,” paparnya Selasa (18/8/2020).

Baca Juga :  Ada Soal Dinilai Berbau Ajaran Komunisme, Dinas Pendidikan Sragen Akhirnya Tarik 11.000 Lebih Buku Modul PPKN SMP dari Siswa. Lembaran Halaman Kontroversial Langsung Diganti

Didik menguraikan bangsal atau ruangan teratai, sementara digunakan untuk isolasi Nakes RSUD yang terpapar covid-19.

Sementara, ruangan atau Bangsal Rosella yang dicurigai menjadi biang penularan karena ada satu pasien positif yang meninggal beberapa hari lalu, masih dilakukan lockdwon.

“Lockdown dalam arti tidak menerima tambahan pasien masuk ke sana. Pasien yang ada di sana diselesaikan di sana. Kemudian petugas kesehatannya dikover baru semua,” terangnya.

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto menerangkan dari tambahan 29 kasus positif hari ini, 17 di antaranya memang tenaga kesehatan di RSUD Sragen.

Ia menyampaikan mayoritas tertular dari transmisi lokal yakni penularan dari pasien yang sudah positif sebelumnya. Termasuk di RSUD Sragen, para nakes yang terkonfirmasi positif juga tertular dari transmisi lokal.

Baca Juga :  Dapat Surat dari Gubernur, Bupati Sragen Umumkan Mulai 26 September Sudah Cuti dari Tugasnya Sampai 5 Desember

“Mayoritas transmisi lokal. Para Nakes di RSUD itu juga terjadi penularan dari  mereka yang waktu itu kontak langsung dengan yang terkonfirmasi ada yang di situ maupun yang lain,” tukasnya.

Meski ada tambahan 29 pasien terkonfirmasi, pihaknya memastikan pasien baru itu semua masih bisa tertangani.

“Penanganannya, pertama mereka yang ada di RSUD biar dilakukan isolasi atau perawatan sesuai standar yang ada di RSUD. Bagi yang lain yang harus isolasi mandiri, nanti di isolasi mandiri di Technopark,” jelasnya.

Terkait 21 tenaga kenaga kesehatan yang juga ikut terpapar covid-19, pihaknya memastikan semua masih bisa tertampung. Jika technopark kurang, nantinya bisa menggunakan kamar-kamar nakes yang ada di rumah sakit darurat. Wardoyo