JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Libatkan 79 UMKM, Pemkot Yogyakarta Gelar Pameran “UMKM Yogyakarta go Digital Go Integrated

Suasana pembukaan pameran 'UMKM Yogyakarta Go Digital Go Integrated', pada Sabtu (15/8/2020) di mal Galeria, kota Yogyakarta / tribunnews
Suasana pembukaan pameran ‘UMKM Yogyakarta Go Digital Go Integrated’, pada
Sabtu (15/8/2020) di mal Galeria, kota Yogyakarta / tribunnews

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sebanyak 70 usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di Kota Yogyakarta ikut terlibat dalam pameran ‘UMKM Yogyakarya Go Digital Go Integrated’ pada lSabtu (15/08/2020) di Mal Galeria, kota Yogyakarta.

Pameran itu diselenggarakan oleh Dinas Koperasi, UKM, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (DinkopUMKMNakertrans) Kota Yogyakarta.

Pameran ini melibatkan 70 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di kota Yogyakarta yang terdiri dari berbagai sektor yaitu kuliner, fesyen, dan kerajinan tangan.

Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi menuturkan, dengan adanya pameran yang mengedepankan pembelian secara digital dapat memperbesar peluang para UMKM.

Baca Juga :  Ngaku Sebagai Polisi, Bawor Rampas Uang dan HP Korban dengan Mudah, Tapi Akhirnya Meringkuk di Jeruji Besi

“Selama pandemi ini, para UMKM harus dapat memaksimalkan pemanfaatan platform digital. Karena, ke depannya perilaku transaksi cenderung secara daring” jelasnya saat pembukaan acara melalui video virtual pada Sabtu (15/8/2020).

Konsep pameran ‘UMKM Yogyakarta Go Digital Go Integrated’ memang mengandalkan pembelian secara daring.

Adapun, pembelian secara daring memakai aplikasi Jogja Pedia.

Penggunaan penjualan secara daring sebagai upaya penerapan kebiasan baru.

Panitia acara UMKM Yogyakarta Go Digital Go Integrated’ sekaligus pemilik rumah fesyen Lien Collection, Sukarni mengatakan, meskipun pameran dilakukan secara langsung namun transaksi pembelian dilakukan secara digital.

Baca Juga :  Yogyakarta Terdapat Tambahan 74 Kasus Covid-19

“Pameran ini bekerja sama dengan Jogjapedia. Sehingga, pembeli bisa datang ke pameran hingga 17 Agustus 2020 nanti untuk melihat secara langsung produk para UMKM. Namun, untuk mengurangi kontak fisik pembayaran dilakukan secara online,” ujarnya.

Nantinya, khusus pembeli di kota Yogyakarta yang melakukan pembelian ongkos kirim hanya dikenai biaya Rp5 ribu.

Produk yang dibeli akan diantarkan ke rumah pembeli secara langsung. Sehingga, pembeli di pameran tak antri untuk melakukan pembayaran.

“Ini sebagai langkah kami agar aktivitas perekonomian tetap bisa berjalan namun tetap mengedepankan protokol kesehatan,” pungkasnya. 

www.tribunnews.com