JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Mahasiswa KKN Unisri Bantu Simulasi Seni di Pondok Seni Kirun

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pandemi covid-19 mengakibatkan banyak sekali masalah sosial yang bermunculan di tegah masyarakat.

Salah satunya adalah seniman atau pekerja seni tradisi, seperti wayang kulit, ludruk, ketoprak dan campur sari yang melibatkan orang banyak, kesulitan berkarya atau mengadakan pertunjukan.

Namun secara bertahap, di berbagai daerah pemerintah mulai mengizinkan diadakannya pentas atau pertunjukan, dengan ketentuan harus memenuhi standar protokol kesehatan.

Untuk menyiapkan hal itu, pemerintah daerah seperti Madiun bekerjasama dengan Padepokan Seni Kirun menyelenggarakan simulasi pagelaran seni dengan mengikuti protokol kesehatan.

Mahasiswa Fisip Unisri, Bella Bonita yang sedang melaksanakan KKN dari grup 35 berkesempatan membantu pelaksanaan simulasi pertunjukkan pagelaran seni tersebut.

“Dengan adanya simulasi, para pekerja seni, khususnya seni tradisi, sedikit bisa bernafas lega, setelah lima bulan tidak bisa beraktivitas, akhirnya bisa berkarya kembali, bisa menopang kembali kehidupan ekonomi keluarga, ” ungkap Bella Bonita.

Baca Juga :  1.400 Mahasiswa Baru Unisri Ikuti Orientasi Kampus

Sementara itu peserta KKN yang lain, yaitu para mahasiswa prodi Akuntansi dari grup 14 dan 26, Silvi Bungsu Mukharomah, Eti Suciati, Irkham Azidan Ajinawa,
di desa Tegalgiri dan Jatisalam, Boyolali, mengadakan pelatihan penyusunan laporan keuangan untuk UMKM.

Kegiatan dilakukan agar pelaku UMKM mampu memanfaatkan dan mengelola modal secara baik dan benar, serta bisa menyusun laporan keuangan sesuai standart yang berlaku.

Sementara itu, mahasiswa KKN di desa Karangpelem, Kedawung, Sragen mengadakan kegiatan bimbingan belajar (Bimbel). Kegiatan itu diikuti anak-anak dengan tingkat pendidikan SD.

Baca Juga :  Kemendikbud Buka Pendaftaran untuk Beasiswa Unggulan Jenjang Sarjana hingga Doktoral dan Non-gelar. Simak Persyaratannya

Kegiatan bimbel dipilih menjadi salah satu program kerja pendukung mahasiswa KKN Unisri, karena minat belajar anak usia sekolah di desa tersebut disituasi Covid-19 sedikit menurun.

“Sebagian dari anak-anak mengeluh jenuh berada di rumah, karena fasilitas koneksi jaringan internet tidak memadai, ” ungkap Maria Ulfah, seperti terungkap dalam rilisnya ke Joglosemarnews.

Lebih lanjut, Maria Ulfah, menjelaskan materi yang diberikan bukan hanya pengetahuan formal saja, tetapi juga diberikan pengetahuan non formal, yaitu pola makan sehat dan pentingnya konsumsi buah.

Mahasiswa KKN mengaplikasikan pola makan sehat tersebut dengan memberikan hidangan salad buah di tengah pembelajaran supaya anak-anak lebih ceria dan lebih semangat lagi, serta menghilangkan rasa bosan ketika mengikuti bimbel. suhamdani