JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Meledak Lagi, Ini Daftar Lengkap 14 Warga Sragen Yang Positif Covid-19 Hari Ini. Ada Bocah 10 Tahun, Pasien Pulang dari Kupang Hingga Nenek 71 Tahun dan Meninggal Dunia!

Ilustrasi salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) Corona Virus saat dievakuasi ke ruang isolasi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen dalam simulasi penanganan Corona Virus, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo
Ilustrasi salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) Corona Virus saat dievakuasi ke ruang isolasi RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen dalam simulasi penanganan Corona Virus, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus corona virus atau covid-19 di Sragen kembali meledak hari ini, Rabu (26/8/2020). Sebanyak 14 warga kembali dinyatakan positif terpapar covid-19 hari ini.

Dari 14 warga yang positif itu, sebagian besar merupakan hasil tracing dan memiliki riwayat kontak erat dengan pasien positif sebelumnya.

Ironisnya, 14 pasien yang positif hari ini sebagian besar adalah tenaga medis. Namun sebagian juga warga yang tertular dari pasien sebelumnya positif.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Rabu (26/8/2020) petang, 14 pasien positif itu tersebar di beberapa kecamatan.

Ada dari Sragen, Sambirejo, Karangmalang, Sidoharjo, Plupuh, Masaran, hingga Gondang. Beberapa yang menarik perhatian adalah RJSA, bocah 10 tahun asal Sragen yang tertular dari orangtuanya yang sudah lebih dulu positif.

Kemudian ada S (L, 48 tahun) asal Plupuh yang positif karena mempunyai riwayat perjalanan dari Kupang. Kemudian ada WH (P, 37 tahun) asal Gemolong, nakes RS Swasta Sragen yang dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo karena post partum (pendarahan pasca melahirkan).

Serta yang paling tragis, S (P, 71 tahun) asal Gondang yang meninggal Dunia pada Selasa (25/8/2020) dan terkonfirmasi positif covid-19 hari ini.

Hal itu diungkapkan Wabup Sragen, Dedy Endriyatno saat melepas 17 nakes RSUD Sragen yang sembuh dari covid-19, Rabu (26/8/2020).

Ia mengatakan masyarakat harus tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat tren dari hari ke hari, kasus covid-19 di Sragen makin meningkat.

“Seperti hari ini ada tambahan 14 kasus positif lagi. Sebagian ada nakesnya juga. Makanya kami minta jangan dibuat kendor. Tingkatkan kewaspadaan,” paparnya kepada wartawan.

Baca Juga :  Kasus Covid-19 di 9 Provinsi Meroket Tajam, Semua Tempat Hiburan Malam, Karaoke dan Pusat Perbelanjaan Diminta Ditutup!

Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sragen, Tatag Prabawanto menguraikan dari 14 tambahan baru hari ini, sebagian besar merupakan hasil tracing.

Mereka dinyatakan positif setelah hasil swab keluar hari ini dan menunjukkan tanda positif. Selain hasil tracing, beberapa pasien positif itu adalah pasien yang sebelumnya berstatus suspek atau pasien dalam pengawasan (PDP).

Dengan tambahan 14 kasus baru hari ini, maka jumlah total kasus positif hari ini mencapai 198 kasus. Dari jumlah itu, 54 menjalani perawatan dengan 36 asimptomatik dan 18 simptomatik.

Kemudian 127 pasien dinyatakan sudah sembuh dan 17 meninggal dunia. Hari ini juga ada tambahan satu kasus meninggal dunia positif covid-19.

Sementara untuk suspek covid-19 tercatat sebanyak 205 kasus dengan 13 dirawat, 159 sembuh dan 33 orang meninggal dunia.

Sedangkan jumlah warga yang masih menjalani isolasi mandiri mencapai 117 orang dan warga yang terlacak kontak erat sebanyak 342 orang.

Di sisi lain, hingga kini total sudah ada 53 orang yang meninggal terkait covid-19 di Bumi Sukowati. Rinciannya, 17 pasien positif, satu pasien positif dan sembuh asal Sribit Sidoharjo, 33 suspek, satu ODP dan satu PP.

Atas situasi itu, Pemkab mengimbau
warga jangan panik dan tetap waspada. Sekda menambahkan yang terpenting saat ini adalah menaati protokol kesehatan dengan melakukan PHBS, rajin cuci tangan, menggunakan masker dan menerapkan Physical Distancing. Wardoyo

BERIKUT DAFTAR 14 PASIEN POSITIF HARI INI:

1. . H (L, 52 tahun) Kec. Kedawung. H merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm BAW (Kedawung)
2. WH (P, 37 tahun) Kec. Gemolong. WH merupakan nakes RS Swasta Sragen. Sudah dirawat di RSUD dr. Moewardi Solo karena post partum (pendarahan pasca melahirkan).
3. S (P, 70 tahun) Kec. Sambirejo. S merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sambirejo)
4. H (L, 61 tahun) Kec. Sragen. H merupakan nakes RS Swasta Sragen.
5. N (P, 80 tahun) Kec. Sragen. N merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm DPP (Sragen).
6. RJSA (L, 10 tahun) Kec. Sragen. RJSA merupakan hasil tracing / kontak erat dengan pasien konfirm S (Sragen).
7. AS (P, 27 tahun) Kec. Karangmalang. AS merupakan nakes RS Swasta Sragen.
8. SP (L, 28 tahun) Kec. Sragen. SP merupakan nakes RS Swasta Sragen.
9. S (L, 48 tahun) Kec. Plupuh. S mempunyai riwayat perjalanan dari Kupang.
10. ANS (P, 31 tahun) Kec. Plupuh. ANS merupakan nakes RS Negeri Sragen.
11. K (P, 69 tahun) Kec. Sidoharjo. K pasien simptomatik RSUD dr. Soeratno Gemolong. K mengeluh sakit pusing, demam, dan batuk.
12. S (L, 28 tahun) Kec. Gondang. S mengeluh batuk. S kerja sebagai tenaga lapangan di Gondang.
13. SM (P, 34 tahun) Kec. Masaran. SM merupakan nakes RS Negeri di Semarang.
14. S (P, 71 tahun) Kec. Gondang. Meninggal Dunia pada Selasa (25/8/2020). Sebelumnya S mengeluh pneumonia atau sesak nafas, kemudian di rapid hasil reaktif. Dilanjutkan swab test dengan hasil terkonfirmasi positif covid-19 hari ini.

Baca Juga :  Hasil Penelitian di Inggris Klaim Temukan Titik Kelemahan Virus SARS-CoV-2 Penyebab Covid-19

Sumber: Gugus Tugas Covid-19