JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Nasib PKL Pujasera Karanganyar, Sudah Omzet Anjlok 70 %, Kini Resah dan Gelisah Bakal Tergusur Kehadiran Food Court Terpadu!

Kondisi PKL Pujasera Karanganyar di lokasi sementara. Foto/Beni Indra
Kondisi PKL Pujasera Karanganyar di lokasi sementara. Foto/Beni Indra

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) di Pusat Jajanan Sentra Rakyat (Pujasera) Karanganyar was-was menyusul dibangunnya Food Court Terpadu menggantikan bangunan lama.

Mereka kebingungan karena akan tergusur dan tidak bisa berjualan di tempat semula yang dianggap tak memenuhi standar kelayakan versi food court tersebut.

Sejumlah PKL mengeluh namun mengaku tak bisa berbuat banyak karena khawatir jika digusur permanen alias dilarang berjualan selamanya.

Reno (25) pedagang cilok bakso mengaku pasrah jika nantinya harus tergusur pasca dibangunnya food court.

“Saya manut saja. Apakah nanti saya bisa kembali ke food court atau harus terima di tempat yang baru ini dengan tenda bongkar pasang,” ujarnya, Kamis (6/8/2020).

Diketahui selama proses pembangunan food court, sebanyak 21 PKL dipindahkan sementara ke Taman Pujasera.

Lokasinya memang agak menjorok ke belakang di banding tempat lama yang lebih strategis karena menghadap jalan Lawu.

Baca Juga :  Rp 300 Juta Dialokasikan untuk Penanganan Bencana Karanganyar, BPBD Pasang 6 Rambu Peringatan Bencana di Jatiyoso dan Jenawi. DPRD Ingatkan Jangan Sampai Kelabakan Soal Anggaran!

Tak pelak dengan pemindahan ini pendapatan PKL anjlog hingga 70 % dan belum tahu berapa lama waktu pembangunan food court.

Sementara itu, pedagang lainnya, Bangkit (40) berharap kelak bisa masuk ke food court meskipun harus memenuhi kelayakan. Sebab dirinya sudah berjualan lebih dari 10 tahun.

“Ya saya sudah lama jualan disini masak mau digusur begitu saja dan diganti dengan food court,” ujarnya.

Terpisah Korin (45) pengusaha kopi mengatakan tidak ada masalah apakah bisa masuk ke food court atau tetap berjualan di luar walaupun di belakang.

“Kalau saya santai bisa masuk food court siap. Jika tidak bisa masuk ya ndak masalah,” tuturnya.

Hingga sekarang belum diketahui apakah nanti PKL lama yang lolos seleksi masuk di food court harus membayar dengan tarif baru atau gratis seperti saat jualan PKL.

Baca Juga :  Survei Terbaru Kesadaran Bermasker di Karanganyar Jelang Penerapan Denda, Dari 2.500 Terpantau Ternyata Segini Yang Sudah Tertib Mengenakan Masker!

Yang jelas soal biaya sewa food court masih misteri hingga membuat PKL pun galau dan was-was.

Menanggapi polemik tersebut Kepala Disperindagkop Karanganyar, Martadi mengakui adanya pemindahan sementara PKL karena sedang dibangun Food Court.

Selain itu kelak jika food court sudah jadi maka diterapkan aturan dtandar kelayakan baru bagi PKL.

“Ya tentunya food court terpadu satu sistem kasir ini beda dengan PKL maka nanti ada aturan standar. Sehingga PKL yang bisa masuk dan yang tidak bisa masuk food court,” tandasnya.

Menurut Martadi, regulasi detailnya standar kelayakan sedang dibahas dan jika pembangunan selesai maka segera disosialisasikan pada PKL lama.

Adapun besaran biaya pembangunan food court tersebut sebesar Rp 130 juta yang dikerjakan harus selesai secepatnya tahun ini. Beni Indra