JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Perampokan Pejabat Sragen di Mahbang Diharapkan Jadi Pembelajaran. Kapolres Imbau Warga Tak Mampir-Mampir Jika Ambil Uang dari Bank, Butuh Bantuan Pengawalan Polisi, Disiapkan Gratis!

Kondisi kaca mobil pejabat Distan Sragen yang hancur didodos perampok sesaat usai kejadian, Senin (10/8/2020). Foto/Wardoyo
Kondisi kaca mobil pejabat Distan Sragen yang hancur didodos perampok sesaat usai kejadian, Senin (10/8/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus perampokan dengan modus pecah kaca beraksi di depan warung sate kelinci Pak Peng wilayah Mahbang, Karanganyar, Sambungmacan, Sragen, Senin (10/8/2020) siang.

Pelaku yang diketahui lebih dari satu orang, menggasak tas berisi uang Rp 80 juta di dalam mobil salah satu pejabat Dinas Pertanian Sragen bernama Sutrisno (48).

Uang itu barusaja diambil oleh korban dari Bank Mandiri Sragen Kota. Pelaku beraksi saat korban tengah menyantap sate kelinci dan meninggalkan tas isi uang di dalam mobil.

Kasus itu pun langsung menyita perhatian publik. Pasalnya kasus perampokan dengan modus pecah kaca dengan sasaran nasabah yang barusaja ambil uang di bank, sudah sering terjadi.

Kapolres Sragen, AKBP Raphael Sandhy Cahya Priambodo mengatakan sepanjang dia menjabat di Sragen, kasus pecah kaca memang baru kali ini terjadi. Namun berkaca dari kejadian serupa yang memang sering terjadi, ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati apabila usai bertransaksi dari bank dan membawa uang dalam jumlah besar.

Ia meminta jika membawa barang berharga atau uang dalam jumlah besar, sebaiknya tidak ditinggal di dalam mobil yang terparkir.

Kemudian yang terpenting, sebaiknya setelah ambil uang dari bank agar langsung pulang atau jangan mampir-mampir tapi langsung menuju ke tujuan.

Baca Juga :  Kabar Duka, Mubaligh Muda Habib M Asal Sragen Kota Positif Terpapar Covid-19. Awalnya Gejala Batuk, Memburuk Lalu Dirujuk ke RSUD Moewardi Solo, Sumber Penularannya Masih Misteri

“Itu sangat rawan (bawa uang banyak). Kita perlu kehati-hatian. Kalau bawa barang berharga sebaiknya jangan ditinggal di mobil. Lalu kalau bawa uang dari bank, sebaiknya langsung ke tujuan. Tidak usah mampir-mampir. Biasanya rata-rata orang mampir dulu beli apa, ini itu dan sebagainya,” terangnya.

Kapolres juga mengimbau masyarakat yang membawa uang banyak dan perlu pengawalan polisi, Polres siap melayani.
Pelayanan pengawalan itu dipastikan gratis tanpa dipungut biaya.

“Silakan kalau butuh pengawalan dari polri, kami siap melayani tanpa dipungut bayaran,” tukasnya.

Data yang dihimpun di lapangan, aksi perampokan modus pecah kaca menimpa Sutrisno (48) pejabat bendahara di Dinas Pertanian Sragen terjadi sekira pukul 13.30 WIB.

Menurut keterangan saksi, siang itu korban barusaja mengambil uang untuk kantornya di Bank Mandiri Sragen Kota.

Korban mengendarai mobil warna silver bersama satu staffnya. Setelah mengambil uang, korban meluncur ke arah Mahbang Sambungmacan untuk makan sate kelinci.

Sesampai di warung sate, korban memarkir mobilnya. Kemudian ia bersama staffnya masuk untuk makan. Baru lima menit kemudian, ia mendengar suara kaca pecah.

Setelah dicek, ternyata kaca bagian depan sebelah kanan sudah hancur dan tas isi uang Rp 80 di jok depan sudah hilang.

“Tadi dia langsung telepun saya kalau kerampokan. Ceritanya dia habis dari bank ambil uang Rp 80 juta, bablas mau nyate kelinci di Mahbang. Baru mau makan, dia dengar ada suara kaca pecah. Lalu dicek kaca mobil bagian depan sudah hancur dan uang sudah nggak ada,” ujar rekan korban, Indarjo, kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (10/8/2020).

Baca Juga :  Hadir di Sragen, Ini Dia Juara Stand Up Comedy Sesi HUT TNI yang Digelar Kodim 0725. Mahmud Yunus Jadi Bintang

Saat dikonfirmasi, korban masih dimintai keterangan di Polres Sragen. Kapolsek Sambungmacan AKP Joko Widodo membenarkan kejadian itu. Menurutnya kasus itu langsung ditangani oleh Sat Reskrim Polres Sragen.

Ia menguraikan dari keterangan korban saat di TKP, perampokan bermula ketika korban barusaja mengambil uang kantor sebesar Rp 80 juta dari bank Mandiri di Sragen Kota.

Dari Sragen Kota, korban kemudian meluncur ke sate kelinci Mahbang Sambungmacan. Setelah memarkir mobil menghadap ke timur atau utara jalan Sragen-Ngawi, korban dan satu temannya masuk ke warung sate.

“Baru 5 menit korban duduk di warung, dia tiba-tiba dikejutkan suara kaca pecah. Dia lalu keluar dan mengecek ternyata yang pecah itu kaca mobilnya. Lalu ditengok, tas isi uang Rp 80 juta yang ditaruh di jok depan kiri, sudah hilang,” paparnya.

AKP Jokowi menyebut saat ini kasus tersebut sudah ditangani Rekrim Polres Sragen. Korban juga dimintai keterangan di Polres. Wardoyo